Kamis, 28 Jan 2021
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali

Awasi Tahapan Pilkada, Bawaslu Bangli Gunakan Aplikasi

01 Desember 2020, 21: 33: 46 WIB | editor : Nyoman Suarna

Awasi Tahapan Pilkada, Bawaslu Bangli Gunakan Aplikasi

RAKER: Bawaslu Bangli menggelar rapat kerja teknis pengawasan tahapan pemungutan, penghitungan dan rekapitulasi hasil penghitungan suara. (BAWASLU BANGLI FOR BALI EXPRESS)

Share this      

BANGLI, BALI EXPRESS - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Bangli akan melakukan pengawasan tahapan Pilkada Bangli menggunakan aplikasi Siswaslu (Sistem pengawasan pemilihan umum). Pengawasan berbasis android ini khusus di masa tenang, tahapan pungut hitung suara, hingga rekapitulasi hasil pencoblosan.

Hal tersebut disampaikan anggota Bawaslu Bangli I Nengah Muliarta di sela-sela rapat kerja teknis pengawasan tahapan pemungutan, penghitungan dan rekapitulasi hasil penghitungan suara pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Bangli 2020 di Hotel Segara Kintamani, Selasa (1/12). Kegiatan tersebut digelar dua hari, mulai Senin.

Muliarta mengatakan, sesuai amanat Bawaslu RI, jajaran Bawaslu Bangli terutama Pengawas TPS dan Panwaslu kelurahan/desa akan menggunakan aplikasi Siswaslu untuk mengontrol dan melaporkan secara cepat hasil pengawasan sesuai fakta-fakta proses pungut hitung dan setelah pungut hitung. “Untuk itu, saat ini Bawaslu Kabupaten Bangli tengah melakukan pembekalan terkait aplikasi Siwaslu kepada jajaran di tingkat kecamatan. Nantinya juga akan difokuskan pembekalan kepada pengawas di tingkat kelurahan/desa dan juga Pengawas TPS,” jelas Muliarta.

Lebih lanjut dijelaskan, aplikasi Siwaslu ini akan sangat membantu pengawas terutama saat rekapitulasi hasil pemungutan suara 9 Desember 2020. Saat pemungutan nanti, Pengawas TPS akan melaporkan secara online hasil perolehan suara dari kedua pasangan calon (paslon) dan juga hasil pengawasan lainya, yang dapat dipantau secara langsung Panwaslu kecamatan dan Bawaslu Bangli. “Dengan adanya aplikasi ini, Bawaslu akan bisa memantau hasil pengawasan dan menilai ada atau tidaknya dugaan pelanggaran di TPS,” terang Koordinator Divisi Pengawasan, Humas dan Hubal Bawaslu Bangli itu.

Sedangkan anggota Bawaslu Bali I Ketut Rudia mengatakan, Bawaslu akan memaksimalkan pengawasan jelang jelang pemungutan dan penghitungan suara. Dia juga mengingatkan, selama masa tenang (6-8 Desember) tidak boleh ada kegiatan kampanye yang dilakukan paslon atau tim kampanye. Termasuk alat peraga kampanye (APK) harus sudah diturunkan. “Jika memasuki masa tenang ada APK yang masih terpasang, maka Bawaslu akan berkoordinasi dengan KPU dan Satpol PP untuk segera ditertibkan,” terang Rudia.

Pejabat asal Baturinggit, Kecamatan Kubu, Karangasem mengakui, masa tenang juga sangat rawan terjadinya politik uang. Sehingga jajaran Bawaslu sampai ke tingkat Pengawas TPS harus dikerahkan. Mereka akan melakukan patroli untuk memonitoring segala bentuk potensi pelanggaran yang bisa terjadi jelang pemungutan suara.

(bx/wan/man/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news