Rabu, 29 Sep 2021
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali

Lestarikan Alam Bawah Laut, Suwirta Adopsi Karang di Desa Ped

02 Desember 2020, 19: 50: 15 WIB | editor : Nyoman Suarna

Lestarikan Alam Bawah Laut, Suwirta Adopsi Karang di Desa Ped

ADOPSI KARANG : Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta adopsi karang. (HUMAS PEMKAB KLUNGKUNG FOR BALI EXPRESS)

Share this      

NUSA PENIDA, BALI EXPRESS - Beberapa tahun terakhir ini, terumbu karang di sepanjang pantai utara Konservasi Kawasan Perairan (KKP) Nusa Penida mengalami kerusakan. Melihat kondisi itu, Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta melalui Coral Triangle Center (CTC) bekerjasama dengan kelompok Nuansa Pulau Nusa Penida melakukan adopsi karang untuk melindungi terumbu karang di perairan Desa Ped, Nusa Penida.

Hal tersebut disampaikan Suwirta pada acara Adopsi Karang Solusi Lokal untuk Melindungi Terumbu Karang di Cafe Next Level, Desa Ped, Rabu (2/12). Dikatakannya, adopsi tersebut pada dasarnya untuk pelestarian ekosistem terumbu karang, sehingga tetap lestari dan menarik perhatian wisatawan.

Suwirta menyebutkan, keindahan bawah laut, salah satunya keberadaan terumbu karang menjadi daya tarik wisatawan untuk berkunjung ke Nusa Penida. “Lakukan langkah preventif pemeliharaan terhadap terumbu karang. Kalau terumbu karang hancur, maka tidak ada yang kami banggakan,” jelas Suwirta.

Baca juga: Klungkung Turun ke Zona Kuning, Masyarakat Diimbau Tetap Waspada

Ia juga mengatakan, adopsi karang ini bagian penting dari pendidikan dan peningkatan kepedulian masyarakat mengenai pentingnya pelestarian terumbu karang demi mendukung ekosistem persisir dan laut serta perekonomian lokal.

Direktur Eksekutif CTC Rili Djohani menambahkan, sehubungan dengan restorasi ekologi,  adopsi ini juga bertujuan untuk memberikan manfaat sosial ekonomi bagi masyarakat lokal melalui lapangan kerja dan pelatihan langsung, kegiatan sosialisasi, dan dengan membuat lokasi baru untuk kegiatan snorkeling dan menyelam. “Komitmen dan partisipasi seluruh anggota masyarakat amat diperlukan dalam upaya pelestarian laut saat ini terutama dalam menjaga  laut dari berbagai kemungkinan ancaman yang merusak,” katanya.

Ia juga menyampaikan bahwa berdasarkan kajian ekologi yang dilakukan CTC 2020, terdapat petak terumbu karang yang utuh di wilayah Desa Ped. Terumbu karang tersebut menunjukkan tanda-tanda ketahanan yang dapat dilihat dari warna, pertumbuhan aktif dan pemulihan penyakit. Ketahanan terumbu karang di daerah tersebut menjadikannya tempat yang ideal untuk dilakukan rehabilitasi karang karena kondisinya membantu memastikan tingkat kelangsungan hidup yang tinggi dari karang yang baru ditransplantasikan. “Ini merupakan lokasi yang ideal untuk mencoba metode rehabilitasi karang yang dapat diperluas dan direplikasi di tempat lain di sekitar KKP Nusa Penida atau bagian lain Bali dan Indonesia,” ujarnya.

(bx/wan/man/JPR)

 TOP