Kamis, 28 Jan 2021
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali

Pentas Seni Virtual, Solusi Berkesenian di Masa Pandemi

04 Desember 2020, 03: 50: 41 WIB | editor : I Komang Gede Doktrinaya

Pentas Seni Virtual, Solusi Berkesenian di Masa Pandemi

SENI : Bupati Buleleng Ptuu Agus Suradnyana, membuka pentas seni virtual selama sepekan, mulai Rabu (2/12) hingga Rabu (9/12) di Wantilan Sasana Budaya, Singaraja. (Putu Mardika/Bali Express)

Share this      

SINGARAJA, BALI EXPRESS-Pandemi Covid-19 tak membuat seniman di Buleleng berhenti berekspresi. Puluhan seniman pun dilibatkan oleh Dinas Kebudayaan Buleleng dalam pentas seni secara virtual selama sepekan, sejak Rabu (2/12) sampai Rabu (9/12) mendatang.

Kepala Dinas Kebudayaan Buleleng, Gede Dody Sukma Oktiva Askara mengatakan, pentas seni virtual ini mengambil tema 'Adigang, Adigung, Adiguna' yang mengandung makna sebagai spirit penyatuan kekuatan para seniman, pemerintah dan masyarakat, guna bersama-sama menjaga kelestarian seni dan budaya di tengah terpaan pandemi Covid-19.

Pentas seni virtual ini bisa dinikmati masyarakat dari rumah masing-masing setiap pukul 18.00 Wita, melalui live streaming di facebook dan channel youtube Dinas kebudayaan Kabupaten Buleleng selama sepekan.

Acara pembukaan Pentas Virtual Rabu (2/12) malam yang dipusatkan di Wantilan Puri Sasana Budaya, juga dirangkaikan dengan penyerahan piagam penghargaan Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) tingkat dunia oleh Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana.

Penghargaan diberikan kepada karya budaya Wayang Wong Tejakula dan tujuh WBTB Nasional berupa karya budaya, yakni Tradisi Nyakan Diwang Kecamatan Banjar, Tari Trunajaya (alm Gede Manik), Songket Beratan di Kelurahan Beratan, Pangelantaka (I Gede Marayana), Seni Lukis Kaca (alm Jro Dalang Diah), Ngusaba Bukaka Desa Giri Emas, dan Tradisi Megoak-goakan Desa Panji.

“Pentas virtual ini diikuti oleh 14 komunitas (sanggar) seni dan satu partisipan yang akan menampilkan pementasan kesenian tradisional berupa tari kreasi maupun tari hasil rekonstruksi. Pementasan kesenian modern berupa penampilan teater, musikalisasi puisi dan modern dance, penampilan dari sanggar seni rupa,dan partisipasi dari komunitas goak dari Desa Panji menampilkan Magoak-goakan,” ujar Dodik, Rabu (2/1) malam,

Sementara itu, Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana menyebut kegiatan pentas seni virtual ini merupakan upaya untuk memberikan ruang berkreasi dan menjaga semangat kreativitas pekerja seni.

Menurutnya, Covid-19 memberikan dampak tidak baik kepada seniman. Sebab, para seniman tidak lagi mendapatkan ruang untuk berinteraksi. Terlebih, interaksi para seniman ada pada festival yang selama ini digelar di Buleleng.

“Ketika pandemi melanda,  seniman tidak bergairah lagi karena kita tidak bisa menyelenggarakan festival, sehingga seniman tidak memiliki ruang untuk melakukan pementasan,” katanya.

Bupati Suradnyana berharap seniman tetap menjaga semangat dan terus berkreativitas. Termasuk tetap menerapkan protokol kesehatan, sehingga tetap bisa berkarya. Pihaknya juga meminta agar masyarakat tetap menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak.

“Mudah-mudahan apa yang saya sampaikan sekarang bisa memberikan semangat bagi budayawan dan seniman. Tetap jaga protokol kesehatan. Semoga pandemi segera berakhir,” pungkasnya. 

(bx/dik/rin/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news