Kamis, 28 Jan 2021
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali

Hindari Salah Informasi, Gugus Tugas Jelaskan Kasus Covid-19 Tabanan

04 Desember 2020, 04: 15: 50 WIB | editor : I Komang Gede Doktrinaya

Hindari Salah Informasi, Gugus Tugas Jelaskan Kasus Covid-19 Tabanan

PRESS RILIS : Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Tabanan gelar konferensi pers di Ruang Rapat Lantai III Kantor Bupati Tabanan, Kamis (3/12). (Dewa Rastana/Bali Express)

Share this      

TABANAN, BALI EXPRESS – Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Tabanan, menggelar konferensi pers terkait perkembangan kasus Covid-19 di Kabupaten Tabanan, Kamis (3/12) di ruang rapat lantai III Kantor Bupati Tabanan.

Konferensi pers dipimpin Sekretaris Daerah Kabupaten Tabanan I Gede Susila, yang juga Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Tabanan, didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tabanan, dr. I Nyoman Suratmika, dan Direktur Poltrada Bali Bambang Wijonarko.

I Gede Susila mengatakan, perkembangan  Covid-19 di Tabanan perlu dijelaskan untuk menghindari kesimpang-siuran informasi di masyarakat. Begitupun dengan 3T yakni, Testing (Pemeriksaan), Tracing (Pelacakan) dan Treatmen (pengobatan) akan dilakukan secara massif.

Konferensi pers im Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Tabanan (Dewa Rastana)

“Ini sudah menjadi amanat. Pelaksanaan 3T secara massif ini adalah pusat maupun provinsi. Dari 10 provinsi yang jadi prioritas untuk dilaksanakan, salah satunya adalah Bali, dan kabupatennya adalah salah satunya Tabanan,” ujar Susila.

Lebih lanjut ia menjelaskan, penerapan 3T ini tujuannya,  pemerintah ingin mempercepat melakukan pemutusan penyebaran Covid-19. Oleh karena itulah, 3T ini akan lakukan secara massif. Dan dijelaskannya juga bahwa Tabanan dibantu oleh relawan untuk melakukan 3T di masyarakat.

“Dahulu kita cuma melakukan 3T kepada orang yang bergejala, namun sekarang akan dilakukan pada yang bergejala maupun tidak. Untuk itu, kita sudah melihat data di Tabanan ini yang banyak sekarang tinggal di tempat isolasi integrasi, dan banyak warga kita yang tanpa gejala. Dari jumlah kasus di Tabanan itu, banyak yang tanpa gejala,” ungkap Susila.

Ia juga melaporkan, dalam kurun waktu 2 sampai 3 hari kebelakang ini, penambahan Covid-19 di Tabanan melonjak, salah satunya berasal dari taruna Poltrada Bali di Desa Samsam, Kerambitan. Sehingga menimbulkan kecemasan di masyarakat, khususnya di Desa Samsam. Dari 311 siswa, 238 Positif Covid-19, yakni 75 perempuan dan 163 laki-laki.

Berkaitan dengan kasus di Poltrada Bali, Direktur Poltrada Bali Bambang Wijonarko, menyampaikan kronologis sampai akhirnya taruna di Poltrada Bali diketahui positif Covid-19. 

“Sebenarnya saat ini belum ada pelajaran di kampus. Kami baru pertama kali ini menerima siswa dari seluruh wilayah RI, kemudian kami memanggil mereka untuk pengenalan kampus dan tidak lama kami akan kembalikan lagi ke rumah masing-masing,” jelasnya

Untuk itu ia menjelaskan, sebelum pulang ke rumah masing-masing, semua siswa harus dalam keadaan sehat. Maka dari itu pihaknya melakukan tes rapid kepada  seluruh siswa.  “Ternyata dari tes tersebut ada beberapa yang positif,” ungkap Wijonarko.

Pihaknya juga telah melakukan swab test kepada semua siswa, juga yang dekat dengan mereka, termasuk beberapa pegawai Poltrada. “Siswa kami di Poltrada, mulai masuk 11 November 2020 tidak boleh keluar sama sekali dari lingkungan kampus, orang tua yang mengantar juga tidak boleh masuk dan hanya sampai di gerbang, serta pelajaran kampus melalui virtual,” imbuhnya.

Pihaknya juga menegaskan telah melakukan koordinasi dengan pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Tabanan terkait situasi yang ada. Saat ini, pihaknya telah melakukan 2 kali tes swab dan semua siswa dan lainnya telah diisolasi di lingkungan kampus. “Tes swab yang ketiga kami akan rencanakan dilaksanakan Sabtu, 5 Desember 2020,” terang Wijonarko.

Atas penjelasan tersebut, I Gede Susila menambahkan, selama kasus itu ada, proses penanganan telah dilakukan dan semua siswa tidak ada yang keluar. “Sepanjang tidak ada interaksi dengan masyarakat, tidak ada masalah. Karena tempat itu (Kampus Poltrada) juga sudah layak untuk dijadikan tempat isolasi terintegrasi,” imbuhnya.

Ia juga menerangkan, pihak GTPP Covid-19 Tabanan, melalui tim Kesehatan selalu memantau perkembangan yang ada. “Saya juga sudah minta Bapak Camat atas saran Bupati dan satuan tugas gotong-royong Desa setempat untuk melakukan pemantauan dari luar, agar tidak ada yang lolos ataupun yang melakukan kegiatan di luar kampus,” jelas Susila. 

(bx/ras/rin/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news