Senin, 14 Jun 2021
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali

Perayaan Tahun Baru, Suwirta Tutup Lapangan dan Monumen Puputan

22 Desember 2020, 06: 00: 59 WIB | editor : Nyoman Suarna

Perayaan Tahun Baru, Suwirta Tutup Lapangan dan Monumen Puputan

DITUTUP : Monumen Puputan Klungkung akan ditutup saat perayaan Tahun Baru. (MADE MERTAWAN/BALI EXPRESS)

Share this      

SEMARAPURA, BALI EXPRESS- Perayaan tahun baru kali ini, masyarakat Klungkung tidak bisa merayakan di Lapangan Puputan dan Monumen Puputan Klungkung. Itu setelah Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta memastikan akan menutup kedua fasilitas publik tersebut.

Suwirta mengungkapkan, penutupan akan dilakukan H-2 sampai H+2 pergantian tahun. Hal tersebut dilakukan sebagai salah satu upaya pemerintah daerah mencegah penyebaran Covid-19. Sebab sebagaimana pengalaman perayaan pergantian tahun sebelum-sebelumnya, lapangan dan monumen tersebut menjadi daya tarik. Selalu ramai. Apabila hal itu dibiarkan tahun ini, dikhawatirkan akan muncul klaster penyebaran Covid-19.  “Kalau berikan ruang sedikit saja, satu dua orang masuk. Untuk mengeluarkan itu susah. Lebih baik tutup total,” ujar  Suwirta, Senin (21/12).

Selain Lapangan Puputan dan monumen, Suwirta meminta desa adat yang wilayahnya terdapat pantai agar memberikan perhatian khusus. Terutama pantai yang menjadi objek wisata. Seperti Pantai Goa Lawah, Kusamba, Lepang dan pantai di wilayah Kecamatan Nusa Penida. Desa adat harus memastikan bahwa pengunjung menerapkan protokol kesehatan (prokes) atau sekalian desa adat menutup sementara pantai sebagaimana dilakukan pemerintah terhadap Lapangan Puputan dan Monumen Puputan Klungkung.

Baca juga: PTM Lampu Hijau, Sejumlah Sekolah di Denpasar Mundur

Suwirta menyadari, di tengah pandemi yang membuat ruang gerak masyarakat terbatas, masyarakat rindu menikmati alam bebas, sehingga memutuskan berekreasi ke tempat tertentu, berkumpul bersama keluarganya. Tetapi dengan adanya Covid-19, kesehatan jauh lebih penting. “Kadang-kadang mereka lebih berpikir bagaimana bisa lebih bahagia sama-sama anak-anak, dibandingkan berpikir bagaimana kalau ada Covid. Sekali lagi kami harus lebih ketat,” tegas bupati dua periode ini.

Pemerintah, lanjut dia,  melakukan hal itu demi kesehatan bersama.  “Secara pribadi saya pun rindu ingin menikmati udara segar, ingin berkumpul. Tetapi situasi ini membuat kita harus taat,” sambungnya.

(bx/wan/man/JPR)

 TOP