Kamis, 28 Jan 2021
baliexpress
Home > Features
icon featured
Features

Soal Pembunuhan di Ubung; Kaki Saya Gemetar, Saya masih Belum Percaya

28 Desember 2020, 19: 18: 53 WIB | editor : I Putu Suyatra

Soal Pembunuhan di Ubung; Kaki Saya Gemetar, Saya masih Belum Percaya

FOTO KENANGAN: Foto kenangan Ni Putu Widiastuti saat masih hidup. Korban dibunuh dengan 25 tusukan di Ubung Kaja, Senin (28/12). (ISTIMEWA)

Share this      

GIANYAR, BALI EXPRESS - Terbunuhnya Ni Putu Widiastuti, 24 di rumahnya, Gang Widura nomor 24, Jalan Kertanegara, Ubung Kaja, Denpasar, Senin (28/12), membuat keluarganya di Banjar Pekuwudan, Desa/Kecamatan Sukawati, Gianyar, Bali, shock. Bahkan, mereka seperti tak percaya mendegar kabar teller salah satu Bank Nasional ini tewas dengan 25 tusukan di rumahnya.

"Kami benar-benar tidak menyangka ada kejadian seperti ini. Banyak yang menghubungi, termasuk adik saya (ayah korban, Red). Kaki saya sampai gemetar masih belum percaya," kata I Wayan Suwatra, paman korban di Gianyar, Senin (28/12). 

Saat ditemui oleh awak media, paman korban yang bernama I Wayan Suwatra hanya bisa berharap pihak kepolisian dapat segera mengungkap kasus tersebut. Mengingat korban dikenal anak yang ceria, bahkan penuh dengan energik. 

Mendengar kabar korban ditemukan meninggal dengan janggal tersebut, pihak keluarga pun  merasa sangat tidak menyangka.

Ditambahkan kesehariannya korban memang tinggal sendiri  di Jalan Kerta Negara Gang Widura Nomor 24,Denpasar Utara. "Rumah itu sudah ditempati sejak Ewik (korban, Red) masih kecil. Rumah pribadi, dulu ibunya kerja di Denpasar beli rumah itu,"  tandasnya.

Seperti berita sebelumnya disebutkan, dari informasi yang dihimpun korban diduga dibunuh dengan motif perampokan. "Dugaan sementara korban diduga dibunuh karena dirampok," ungkap sumber petugas. 

Korban pertama kali ditemukan oleh pacarnya bernama Gede Hara,24, yang memberi keterangan kepada petugas bahwa dirinya mencoba menghubungi korban sejak semalam tetapi tidak kunjung diangkat. "Pada pagi harinya pukul 08.30 saksi langsung ke TKP dan menemukan pintu rumah korban tidak terkunci. Saksi kemudian masuk dan melihat percikan darah di lantai dan saksi bergegas ke kamar korban di lantai 2 dan menemukan korban sudah meninggal dengan penuh luka," beber sumber. 

Saat ditemukan posisi tubuh korban ditemukan terlentang di atas kasur dengan seprey warna coklat, kedua tangan korban terlentang dan kaki korban tertekuk ke lantai. Kondisi tubuh korban penuh dengan luka daj bercak darah. 

Menurut sumber petugas, korban diduga tewas akibat kehabisan darah. Dari hasil olah TKP petugas Polresta Denpasar, terdapat puluhan tusukan ditemukan pada tubuh korban. "Ada 25 tusukan pada bagian telinga bagian kiri, leher bagian kanan, leher sebelah kiri, pada bagian punggung terdapat satu luka, lengan bagian kiri terdapat empat luka tusukan," ungkap sumber. 

Selain itu, pada bagian tubuhnya seperti payudara kanan terdapat dua luka, pada bagian perut ditemukan dua tusukan, lengan kanan, paha kiri, lutut kanan, paha kanan, tangan kanan dan telapak tangan korban juga ditemukan luka. 

Faktor yang memperkuat bahwa korban tewas ditangaj perampok adalah hilangnya barang berharga milik korban seperti uang dan sepeda motor korban. "Uang korban dan satu unit sepeda motor Scoopy DK 3114 KAR hilang," jelas sumber lagi. 

Korban yang bekerja sebagai pegawai Bank di salah satu Bank Nasional tersebut tinggal seorang diri di rumah tersebut. Setelah olah TKP, korban langsung dievakuasi oleh ambulans BPBD kota Denpasar. Sementara itu pihak Polresta Denpasar yang menangani kasus ini belum dapat dikonfirmasi. 

Kasat Reskrim Polresta Denpasar I Dewa Putu Anom Danujaya menjelaskan jika pihaknya masih melalukan penyelidikan terkait kematian korban. "Kami memang menemukan luka tusukan pada bagian tubuh korban, tetapi untuk kepastiannya kami masih menunggu hasil pemeriksaan atau autopsi korban," ungkapnya lagi. 

Anom masih enggan berspekulasi lebih jauh terkait kematian perempuan ini dikarenakan masih dalam proses penyelidikan. Anom membenarkan korban tinggal seorang diri di rumah berlantai dua tersebut.

(bx/ade/ris/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news