Minggu, 07 Mar 2021
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali

Gubernur Koster Berlakukan Jam Malam, Kerahkan Dua Ribu Tim Enforce

31 Desember 2020, 06: 00: 59 WIB | editor : Nyoman Suarna

Gubernur Koster Berlakukan Jam Malam, Kerahkan Dua Ribu Tim Enforce

JAM MALAM : Tangkap layar Surat Edaran Gubernur sekaligus Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Bali yang juga Gubernur Bali mengenai penerapan jam malam untuk seluruh aktivitas masyarakat sampai dengan 2 Januari 2021 nanti. (ISTIMEWA)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS – Perayaan malam pergantian tahun bukan saja dibatasi dari sisi aktivitas tetapi juga dari sisi waktu. Pasalnya, Gubernur Bali Wayan Koster memberlakukan jam malam, terhitung dari Rabu (30/12) sampai tiga hari ke depan.

Berlakunya ketentuan jam malam ini disampaikan dalam bentuk Surat Edaran Nomor 880/SatgasCovid19/XII/2020 yang diteken langsung oleh Gubernur Koster yang juga ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Bali.

Surat edaran tertanggal 29 Desember 2020 itu ditujukan kepada tiga pihak penting, yakni Pangdam IX/Udayana, Kapolda Bali, serta para bupati atau wali kota se-Bali.

Isi edaran itu terdiri dari tiga poin penting dengan tujuan mengurangi risiko lonjakan kasus Covid-19 pada liburan Tahun Baru 2021.

Poin pertama berisi, para bupati dan walikota se-Bali diminta melakukan pengendalian aktivitas masyarakat melalui pembatasan jam malam, maksimal sampai dengan pukul 23.00 Wita.

Poin kedua, pembatasan ini mulai berlaku dari Rabu (30/12), sedangkan jam malam akan berlaku sampai dengan Sabtu (2/1) pada 2021 nanti.

Poin berikutnya, Pangdam IX/Udayana serta Kapolda Bali selaku pimpinan TNI/Polri di tingkat provinsi diharapkan membantu pemerintah daerah dalam mengawasi serta melakukan penindakan dalam penerapan jam malam tersebut.

Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Bali, Made Rentin, mengkonfirmasi terbitnya surat Gubernur Bali yang juga ketua Satgas Penanganan Covid-19 tingkat provinsi tentang pembatasan jam malam bagi aktivitas masyarakat.

“Maksimal (sampai) pukul 23.00 Wita. Berlaku dari 30 Desember 2020  sampai dengan 2 Januari 2021,” jelas Rentin yang juga kepala pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daeran (BPBD) Provinsi Bali ini.

Secara singkat dia menjelaskan teknis penerapannya. Katanya, penerapan jam malam ini akan dilaksanakan oleh Tim Enforce Kerumunan. Tim ini merupakan gabungan unsur TNI, Polri, Satpol PP, Pasikian Pecalang, dan Relawan Covid-19. Sesuai arahan Satgas Penanganan Covid-19 Nasional, personel tim ini berjumlah dua ribuan orang.

 “Dengan diterapkannya surat edaran ini, kegiatan maksimal dilaksanakan sampai dengan pukul 23.00. Kegiatan apapun itu, jika lewat dari itu ditemukan adanya kegiatan, Tim Enforce akan membubarkan dengan teguran. Jika teguran pertama tidak diindahkan, bisa diancam dengan dicabut izin usahanya,” pungkasnya.

(bx/hai/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news