Selasa, 26 Jan 2021
baliexpress
Home > Politik
icon featured
Politik

Gubernur Koster Siap Divaksin Minggu Depan

05 Januari 2021, 20: 45: 46 WIB | editor : I Putu Suyatra

Gubernur Koster Siap Divaksin Minggu Depan

Gubernur Bali, I Wayan Koster (DOK. BALI EXPRESS)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS – Sebanyak 31 ribu vial vaksin Covid-19 telah terdistribusikan ke Bali pada tahap pertama. Sesuai rencana, vaksin ini akan diprioritaskan bagi para tenaga kesehatan (nakes) sebagai garda terdepan penanganan Covid-19. Selain itu, Gubernur Bali Wayan Koster juga menyatakan kesiapannya divaksin bahkan masuk ke dalam kelompok satu yang akan divaksin.

Selain Gubernur Koster, mereka yang masuk kelompok satu ini antara lain Pangdam IX/Udayana, Kapolda Bali, Sekda Provinsi Bali, dan Kepala Dinas Kesehatan. Kemudian di tingkat kabupaten/kota yakni para bupati/wali kota, dandim, kapolres, sekda, dan kepala diskes.

 “Kemudian sesuai arahan (Mendagri) tadi pagi, pejabatnya harus masuk di kelompok satu pada minggu depan. Gubernur, pangdam, kapolda, sekda, bupati, wali kota, dandim, kapolres, sekda kabupaten/kota. Tentu saya bersama Pak Kadis, pegawai ya harus mengikuti vaksinasi,” kata Gubernur Koster dalam keterangannya di Jaya Sabha, Selasa siang (5/1).

Meski demikian, saat dipertegas vaksinasi pada minggu depan, Koster menyebutkan itupun masih dalam tahap rencana. Karena pelaksanaan vaksinasi begitu juga dengan distribusi ke masing-masing kabupaten/kota masih menunggu petunjuk dari Pemerintah Pusat. Setelah BPOM Pusat selesai melakukan pengujian.

“Baru rencana. Tapi masih menunggu keputusan lebih lanjut,” katanya.

Selain itu dia mempertegas, tenaga kesehatan akan menjadi prioritas pertema yang menerima vaksin. Sebab selain menjadi garda terdepan penanganan Covid-19, mereka juga nantinya akan melaksanakan vaksinasi.

Baru kemudian, sambung dia, para petugas keamanan yang menjalankan tugas di tengah masyarakat seperti anggota TNI, Polri, dan Satpol PP.

Disinggung kemungkinan adanya masyarakat yang enggan divaksin mengingat efektivitasnya yang masih diragukan ditambah beberapa berita mengenai uji coba vaksin yang gagal, Koster menyebutkan itu tentunya perlu disertai dengan penjelasan dan pemberian pemahaman kepada masyarakat. “Supaya ikut vaksin,” imbuhnya.

Masih soal efektivitas, dia menegaskan tentunya Pemerintah Pusat punya perhitungan akurat dan bisa dipertanggung jawabkan sehingga kebijakan vaksinasi ini diambil.

 “Pemerintah Pusat sudah memperhitungkan semua. Kalau tidak efektif, tentu Pemerintah Pusat tidak memberlakukan kebijakan (vaksinasi) ini. Mudah-mudahan (vaksinasi) ini efektif dan mempercepat penanganan dan pemulihan dampak Covid-19 ini,” tukasnya.

Sejauh ini, dalam tahap pertama pendistribusian, Bali terhitung satu di antara delapan provinsi yang diprioritaskan memperoleh vaksin. Dan ini sudah berlangsung sejak penanganan Covid-19 dilaksanakan. Mulai dari kebutuhan alat pelindung diri (APD), PCR, ventilator, maupun Rapid Test Antigen (RTA).

 “Di tahap pertama ini 31 ribu (vial). Jawa Tengah dapat sekitar 60 ribu. Coba dibandingkan dengan jumlah penduduknya. Kemudian Jakarta 39 ribu, berapa penduduknya? Bali penduduknya hampir 4,3 juta dapat 31 ribu (vial),” pungkasnya.

(bx/hai/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news