Rabu, 20 Jan 2021
baliexpress
Home > Bisnis
icon featured
Bisnis

Rencana Tol Gilimanuk-Mengwi; Lewati 19 Desa, Ini Daftarnya

10 Januari 2021, 18: 18: 30 WIB | editor : I Putu Suyatra

Rencana Tol Gilimanuk-Mengwi; Lewati 19 Desa, Ini Daftarnya

DESIGN: Basic Design pembangunan jalan tol Gilimanuk-Mengwi. (DEWA RASTANA/BALI EXPRESS)

Share this      

TABANAN, BALI EXPRESS - Desa Antosari merupakan salah satu Desa yang digadang-gadang akan dilintasi tol Gilimanuk-Mengwi. Maka dari itu Perbekel Desa Antosari, Kecamatan Selemadeg Barat, Tabanan mengharapkan agar pemerintah bisa memperhatikan sejumlah hal dalam pembangunan jalan tol. Terutama dalam hal pembebasan lahan agar masyarakat diuntungkan, bukan malah dirugikan.

Perbekel Desa Antosari I Wayan Widiartha menjelaskan jika khusus untuk Desa Antosari, disebutkan akan ada sejumlah banjar yang terkena proyek pembangunan jalan tol tersebut. Diantaranya Banjar Petiles, Banjar Gulingan dan Banjar Umaseka. "Dari 7 banjar yang ada di Desa Antosari, 3 diantaranya digadang-gadang akan terkena proyek pembangunan jalan tol ini," ungkapnya Minggu (10/1).

Ditambahkannya jika rencana pembangunan jalan tol Gilimanuk-Mengwi itu sendiri telah dibahas dalam pertemuan yang digelar tanggal 22 dan 23 Desember 2020 lalu. Dimana sejumlah Camat dan Perbekel yang wilayahnya akan terkena proyek jalan tol diundang oleh Pemerintah Provinsi Bali serta konsultan. Menurutnya pertemuan itu ditekankan bahw jalan-jalan yang sudah ada atau jalan desa atau pun jalan penunjang Upacara Agama akan dibuat Over Pass atau diatas jalan tol. Kemudian untuk jalur tol diupayakan memprioritaskan 3 hal, yakni fasilitas umum dan menghindari tempat suci seperti Pura, menghindari pemukiman, serta meminimalisasi pengguanaan lahan-lahan produktif.

"Selain itu pembangunan jalan tol harus bernuansa Bali dan di setiap perbatasan Kabupaten agar dibuatkan ciri khas daerah masing-masing," lanjutnya.

Dan ketika nanti dalam penggarapannya terjadi hal yang berhubungan dengan hal niskala agar masih bisa di komunikasikan dengan masyarakat setempat. "Kurang lebih seperti itu hasil rapat kemarin, intinya saat ini masih melakukan survey lanjutan dan kajian-kajian. Sehingga tidak harus baku sesuai gambar ketika ada persoalan yang mengharuskan ada perubahan," bebernya.

Apabila proyek tersebut terealisasi, pihaknya berharap pemerintah memperhatikan beberapa hal. Yang pertama dalam pembebasan lahan agar nantinya masyarakat mendapatkan ganti untung bukan ganti rugi. "Jadi bagaimana agar masyarakat untung ketika melepas lahannya, bukan malah rugi," imbuhnya.

Kemudian yang kedua, dalam pengerjaannya, jika memungkinkan agar menggandeng pengusaha lokal terutama UMKM yang ada di Tabanan. Baik yang bergerak di sektor jasa maupun yang menjual material. Dan yang ketiga, saat beroperasi agar memberikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada pelaku UMKM untuk ditempatkan di rest area yang rencananya nanti dibangun di Desa Dalang, Kecamatan Selemadeg Timur, Tabanan.

"Dan tentunya yang terakhir dan yang benar-benar harus diperhatikan, agar kearifan lokal masyarakat Bali agar dipertahankan," tandasnya.

Sementara itu Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPRPKP Tabanan I Made Gede Partana menyebutkan jika pada tanggal 22 dan 23 Desember 2020 Pemprov Bali dan konsultan telah mengundang 7 Camat dan 19 Perbekel yang ada di Tabanan untuk membahas detail rencana crossing dan penanganan jalan tol Gilimanuk-Mengwi. 

"Saat ini baru tahap Feasibility Study (FS) oleh konsultan, jadi belum penentuan lokasi (penlok), intinya masih dilakukan kajian-kajian," tegasnya.

Nantinya setelah lokasi ditentukan baru lah akan dibuatkan Detail Enginering Design (DED). Dimana nantinya jalan tol yang akan dibangun akan terdiri dari underpass dan overpass. Kemudian untuk crossing jalan akan ada 26 jalan overpass spiritual, 5 jalan overpass biasa, 3 jembatan penyeberangan orang, 4 box pedestrian, 2 box underpass, dan 1 crossing jembatan sungai. Dengan total panjang jalan 95.511 kilometer, yang melewati 3 Kabupaten (Jembrana, Tabanan, Badung), 13 Kecamatan dan 58 Desa.

Terkait rencana pembangunan jalan tol, Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti mengaku mendukung rencana tersebut  jika memang niatnya baik untuk masyarakat. "Soal tol kemarin sudah pernah disosialisasikan oleh Gubernur. Yang penting asas manfaatnya kepada masyarakat Tabanan harus lebih dikedepankan," tegasnya.

Apalagi jika tol dibangun untuk menunjang kemajuan ekonomi secara merata. Sehingga dengan adanya akses ini ia berharap mudah-mudahan bisa bermanfaat terutama bagi masyarakat Bali pada umumnya dan Tabanan pada khususnya. "Jadi saya mendukung sekali kalau memang niatnya baik," tandasnya.

Begitu pun disampaikan oleh Wakil Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya. Ia berterima kasih kepada pemerintah pusat maupun Gubernur Bali yang telah memiliki gagasan dalam pembangunan jalan tol tersebut. 

"Apalagi kita tahu Gilimanuk-Tabanan termasuk jalur tengkorak dan sudah sering ada korban. Dengan adanya jalan tol kita harapkan dapat mempermudah masyarakat, sehingga kita berharap mudah-mudahan segera terealiasi," ujarnya.

Berdasarkan data yang diperoleh, 7 Kecamatan yang disebut-sebut akan dilintasi proyek jalan tol tersebut diantaranya Kecamatan Selemadeg Barat, Selemadeg, Selemadeg Timur, Kerambitan, Penebel, Tabanan, dan Marga. Dari 7 Kecamatan itu, total ada 19 Desa yang akan dilintasi, yakni Desa Antosari, Desa Bengkel Sari, Desa Lumbung, Desa Lalanglinggah, Desa Selabih (Kecamatan Selemadeg Barat). Desa Megati dan Desa Gadungan (Kecamatan Selemadeg Timur). Desa Selemadeg dan Desa Bajera Utara (Kecamatan Selemadeg). Desa Batuaji, Desa Sembung Gede, Desa Timpag (Kecamatan Kerambitan). Desa Riang Gede (Kecamatan Penebel). Desa Wanasari dan Desa Buahan (Kecamatan Tabanan). Desa Selanbawak, Desa Marga, Desa Marga Dauh Puri dan Desa Tegal Jadi (Kecamatan Marga).

(bx/ras/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news