Rabu, 20 Jan 2021
baliexpress
Home > Bisnis
icon featured
Bisnis

Jam Operasional Pasar Tradisional Tidak Terpengaruh PKM

10 Januari 2021, 18: 35: 53 WIB | editor : I Putu Suyatra

Jam Operasional Pasar Tradisional Tidak Terpengaruh PKM

Pasar Tradisional (ISTIMEWA)

Share this      

SEMARAPURA, BALI EXPRESS - Kabupaten Klungkung memberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PKM) mulai Senin (11/1). Selama pelaksanaannya, jam operasional pasar modern diatur hingga pukul 21.00. Namun tidak demikian dengan pasar tradisional. Jam operasional pasar tradisional berjalan seperti biasa.

Kepala UPT Pasar Semarapura I Komang Sugianta mengakui, PKM yang berlangsung hingga Senin (25/1) mendatang tidak mempengaruhi jam buka dan tutup pasar tradisional maupun jumlah pedagangnya. Proses jual-beli di pasar berlangsung seperti biasa. Menurut Sugianta, pasar di bawah UPT dipimpinnya memang tidak ada beroperasi hingga lewat pukul 21.00. Los maupun kios rata-rata sudah tutup pukul 17.00. Hanya pedagang pelataran di Pasar Galiran yang buka 24 jam.

Pedagang pelataran rata-rata menjual hasil bumi. Jumlahnya tidak fluktuatif. Pedagang ini kebanyakan berjualan  tergantung moment. Paling banyak saat rainan, bisa mencapai 200 pedagang. Tetapi tidak sekalian, karena banyak pedagang yang langsung pulang setelah barang jualannya laku. Diganti dengan pedagang lain. “Sekarang lagi sepi pedagang pelataran,” ungkap Sugianta, Minggu (9/10).

Meskipun tidak diatur secara spesifik, Sugianta menegaskan bahwa protokol kesehatan (prokes) dilakukan ketat di pasar. Pihak pasar menyediakan tempat cuci tangan di sejumlah titik, jaga jarak harus tetap diperhatikan. Termasuk pemakaian masker. Imbauan melalui pengeras suara terus dilakukan. Petugas keamanan secara rutin memantau penerapan prokes. Apabila ditemukan melanggar langsung ditegur.

Tidak hanya itu, Tim Yustisi juga sering sidak prokes di pasar. Seperti diketahui, ada lima pasar berada di bawah UPT Pasar Semarapura. Yaitu Pasar Galiran, Semarapura, Kusamba, Mentigi dan Pasar Senggol Klungkung.

Sementara itu, Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta melalui surat edaran (SE) Nomor 411/48/BPBD, menyatakan PKM diberlakukan untuk mengendalikan penyebaran Covid-19. Ada beberapa hal diatur selama PKM. Di antaranya, masyarakat agar menerapkan prokes secara ketat, perkantoran menerapkan bekerja dari rumah menyesuaikan dengan kondisi tempat kerja atau kantor masing-masing. Sektor esensial yang berkaitan dengan kebutuhan pokok masyarakat tetap dapat beroperasi 100 persen. Pembatasan jam operasional untuk toko modern sama dengan pukul 21.00, dan ketentuan lainnya.

(bx/wan/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news