Rabu, 20 Jan 2021
baliexpress
Home > Bisnis
icon featured
Bisnis

Penumpang di Bandara Ngurah Rai Turun dari 24 Juta Jadi 6,2 Juta

10 Januari 2021, 19: 38: 22 WIB | editor : I Putu Suyatra

Penumpang di Bandara Ngurah Rai Turun dari 24 Juta Jadi 6,2 Juta

BANDARA NGURAH RAI: Suasana Bandara Ngurah Rai selama Pandemi Covid-19. (ISTIMEWA)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS - Sepanjang tahun 2020, Bandara Ngurah Rai melayani sebanyak 6.238.774 penumpang yang diangkut oleh 56.173 pesawat. Jumlah ini mengalami penurunan hingga 63 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2019 lalu.

General Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai Herry A.Y. Sikado dalam siaran pers nya mengatakan penurunan ini disebabkan oleh ditutuonya Bandara selama beberapa bulan selama masa pandemi. "Selama pandemi Covid-19, bandara Ngurah Rai ditutup sehingga jumlah penumpang menurun drastis," jelasnya.

Dari data yang diberikan, Herry mengatakan selama tahun 2019, jumlah penumpang yang dilayani oleh Bandara Ngurah Rai sebanyak 24.169.561 penumpang yang sebanyak 155.334 pesawat. Sehingga selama tahun 2020 lalu lintas penumpang di Bandara Ngurah mengalami penurunan hungga 74,2 persen jika dibandingkan tahun 2019 lalu.

Untuk tahun 2020, dipaparkan Herry, Bandara I Gusti Ngurah Rai hanya sempat melayani penerbangan internasional selama tiga bulan saja. Yakni periode Januari-Maret 2020. Setelah itu, aktivitas penerbangan hanya dilakukan untuk melayani rute domestik saja. 

Karena hal tersebut, diakui Herry, untuk pertama kalinya sejak tahun 2016 silam, jumlah penumpang rute domestik mengungguli jumlah penumpang rute internasional. "Sebanyak 59 persen atau 3.657.298 penumpang merupakan penumpang rute domestik, mengungguli jumlah penumpang rute internasional dengan jumlah sebanyak 2.581.476 jiwa," ungkapnya. 

Sementara itu, pasca berlakunya Surat Edaran Satgas Penanganan COVID-19 No. 1 Tahun 2021 pada hari Sabtu (9/1), PT Angkasa Pura I (Persero) selaku pengelola Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai mulai mengawal pelaksanaan aturan ini secara ketat.

Salah satu di antaranya adalah mewajibkan calon penumpang rute domestik tujuan Bali untuk  melengkapi diri dengan Surat Keterangan Hasil Negatif Tes PCR yang sampelnya diambil dalam 2x24 jam sebelum keberangkatan atau Surat Keterangan Hasil Non-Reaktif Rapid Tes Antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu 1x24 jam sebelum keberangkatan.

"Untuk calon penumpang yang berangkat dari Bali menuju kota lain, telah kami siapkan dua lokasi layanan rapid tes, baik antigen maupun antibodi. Yang pertama adalah di area publik Terminal Domestik, dan yang satu lagi berlokasi di Gedung Wisti Sabha lama. Dua lokasi ini untuk mengakomodasi tingginya kebutuhan calon penumpang akan layanan rapid tes yang mudah dijangkau, di samping masyarakat umum lainnya," tambahnya.

(bx/gek/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news