Kamis, 28 Jan 2021
baliexpress
Home > Politik
icon featured
Politik

Atraksi Pengobatan Tradisional Bali Warnai Peringatan HUT Ke-48 PDIP

10 Januari 2021, 20: 04: 01 WIB | editor : I Putu Suyatra

Atraksi Pengobatan Tradisional Bali Warnai Peringatan HUT Ke-48 PDIP

HUT PDIP: Puncak peringatan HUT PDIP Bali yang diikuti secara virtual di DPD PDIP Bali pada Minggu kemarin (10/1). (CHAIRUL AMRI SIMABUR/BALI EXPRESS)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) sedang merayakan hari jadinya yang ke-48 tahun. Puncak peringatannya berlangsung pada Minggu kemarin (10/1) yang dilaksanakan secara virtual.

Puncak peringatan hari ulang tahun Partai Moncong Putih itu dihadiri langsung oleh Presiden RI Joko Widodo, Wakil Presiden RI KH Ma’ruf Amin, dan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarno Putri.

Di Bali, puncak peringatan ini dilaksanakan di DPD PDIP Bali dan sembilan DPC di sembilan kabupaten/kota. Bahkan perayaan ini akan berlangsung sampai 30 Mei 2021 mendatang.

Sepanjang itu, berbagai bentuk kegiatan akan digelar. Dan yang menarik adalah atraksi pengobatan tradisional Bali baik sekali maupun niskala. Ada yang melalui pengobatan secara herbal, tindakan tradisional, sampai dengan mantra.

Seperti dijelaskan Koordinator Perayaan HUT PDIP Bali, Dewa Made Mahayadnya, testimoni di media sosial akan menjadi tolak ukur dari atraksi ini. “Siapa yang pernah disembuhkan itulah yang nanti diviralkan,” jelas Dewa Made Mahayadnya dalam keterangannya di DPD PDIP Bali kemarin.

Dikatakan, dari diskusi yang dilaksanakan bersama jajaran DPC, masing-masing pengurus di tingkat kabupaten/kota itulah yang akan memutuskan dan mengirimkan praktisi pengobatan tradisional Bali.

“Satu yang mantra, satu tindakan, dan satu yang herbal. Itu masing-masing DPC. Jadi ada 27 orang nanti. Dari sembilan ini, testimoninya yang menentukan. Siapa yang pernah disembuhkan. Nanti testimoni itulah yang diviralkan,” jelas politisi yang juga Ketua Fraksi PDIP di DPRD Bali ini.

Katanya, dari testimoni yang disampaikan secara jujur itu nantinya bisa menjadi referensi bagi siapa saja yang mengalami keluhan yang sama.

“Barangsiapa yang mengalami hal yang sama bisa mencari balian balian yang ini. Kami mencoba memberikan informasi. Kenapa kami lakukan ini karena itu (pengobatan tradisional) masih ada di masyarakat (Bali),” jelasnya.

Dia menegaskan, testimoni menjadi tolak ukur penilaian karena metode pengobatan tradisional Bali ini tidak bisa diukur secara secara sains (ilmu pengetahuan).

“Karena ini tidak sains. Tidak ada ukurannya. Matematika, ada ukurannya. Bahasa Inggris, ada ukurannya. Jadi nanti sembilan Ketua DPC duduk dengan Ketua DPD, ini yang memungkinkan,” jelasnya lagi.

Sementara itu, Wakil Sekretaris DPD PDIP Bali Tjokorda Gede Agung menegaskan, atraksi pengobatan tradisional Bali ini bukan dalam konteks adu kesaktian antarpraktisi.

“Bukan mengadu ya. Biar tidak salah persepsi, kembali seperti dijelaskan koordinator tadi, melalui testimoni. Jadi kami tidak mengadu. Justru kami berharap mereka ini bersatu,” tegasnya.

Selain atraksi pengobatan tradisional Bali, jajaran DPD PDIP Bali juga akan menggelar sejumlah kegiatan lainnya untuk menyemarakan hari ulang tahun partai mereka. Khususnya perlombaan atau kegiatan yang mendukung implementasi visi misi Nangun Sat Kerthi Loka Bali.

Di antaranya, lomba Barista. Karena beberapa kabupaten di Bali merupakan daerah penghasil kopi yang cukup dikenal di kancah nasional maupun internasional. Kemudian, lomba cerdas cermat Susatra Bali. Lomba desain kreatif wastra Endek Bali. Lomba desaian busana adat Bali sesuai pakemnya.

(bx/hai/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news