Kamis, 28 Jan 2021
baliexpress
Home > Balinese
icon featured
Balinese

Perpanjangan Tangan Kantor Agama, Penyuluh Mesti Menyatu dengan Warga

11 Januari 2021, 14: 45: 13 WIB | editor : I Komang Gede Doktrinaya

Perpanjangan Tangan Kantor Agama, Penyuluh Mesti Menyatu dengan Warga

PENYULUH : Penempatan Penyuluh Agama Hindu di Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, Senin (11/1). (Putu Agus Adegrantika/Bali Express)

Share this      

GIANYAR, BALI EXPRESS - Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gianyar menyebar sejumlah Penyuluh Agama Hindu di tiap kecamatan di Gianyar.

Penyuluh yang  statusnya non pegawai negeri sipil ini, disebar  pada masing-masing kecamatan 8 sampai 9 orang per kecamatan yang ada di Kabupaten Gianyar.

Penyuluh Agama Hindu yang ditugaskan pada Kecamatan Ubud misalnya, sebagai perpanjangan Kantor Agama yang diharapkan bisa menyatu dan menyesuaikan diri di tengah masyarakat. 

Penyuluh Agama Hindu Kecamatan Ubud, Made Irawan mengaku baru kali ini dapat bertugas di wilayah Kecamatan Ubud untuk menjembati dan lebih intensif lagi Kecamatan berkoordinasi dengan Kantor Agama. 

"Kami dari Kantor Agama ada dua penyuluh bertugas di kecamatan, saya bersama bapak Ida Bagus Karadana.  Sementara di masing-masing desa ada penyuluh non PNS yang bertugas juga sebagai perpanjangan tangan dari kantor," jelasnya, Senin (11/1). 

Irawan menambahkan, kedepannya koordinasi dan hubungan antara kecamatan dengan Kantor Agama berjalan sebagaimana mestinya. Terlebih jika mengarah di bidang keagamaan, adat, dan budaya, supaya dapat sejalan dengan program yang ada.

Salah satunya adalah perayaan hari suci di tengah pandemi maupun keperluan alat uparengga lainnya yang diperlukan pada pura. Yang terpenting disebutkannya juga soal  pendalaman serta penguatan sumber daya manusianya tentang ajaran Agama Hindu. 

"Seperti kegiatan yang telah berjalan, semoga nanti bisa berlanjut tentang pelaksanaan pelatihan serati banten, pelatihan kepemangkuan, atau pun kegiatan yang mengarah ke agama. Tentu di tengah pandemi seperti ini bisa dilakukan dengan pembatasan jumlah peserta atau bisa dilakukan secara daring. Keberadaan penyuluh ini agar dapat menyatu dengan masyarakat," tandasnya. 

Sementara Sekretaris Camat Ubud, I Gede Wayan Astina mengaku hubungan kerjasama antar penyuluh sudah berjalan. Hanya saja saat ini adanya pergantian atau mutasi, sehingga diharapkan para penyuluh segera dapat beradaptasi dengan wilayah maupun desa binaannya masing-masing. Sebab, dalam masyarakat di Kecamatan Ubud khususnya, kegiatan keagamaan merupakan sebuah napas. 

"Selama ini sudah berjalan koordinasi dengan baik, namun karena pandemi hampir satu tahun kegiatan yang melibatkan kerumuman tidak ada. Namun, kita di sini tetap menjalin kerjasama yang baik, koordinasi. Mudah-mudahan di desa  atau wilayah binaan masing-masing ada manfaatnya bagi masyarakat dan dapat membantu masyarakat terkait keagamaan. Terlebih di tengah pandemi sekarang ini, sebaiknya juga tetap mengarahkan masyarakat menaati protokol kesehatan, " tandasnya. 

(bx/ade/rin/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news