Kamis, 28 Jan 2021
baliexpress
Home > Balinese
icon featured
Balinese

Jadikan Malam Siwaratri Momen Introspeksi Diri di Masa Pandemi

12 Januari 2021, 09: 01: 52 WIB | editor : I Komang Gede Doktrinaya

Jadikan Malam Siwaratri Momen Introspeksi Diri di Masa Pandemi

ilustrasi (Putu Agus Adegrantika/Bali Express)

Share this      

GIANYAR, BALI EXPRESS-Pelaksanaan malam Siwaratri hari ini, Anggara Pon Kelawu, berbeda tinimbang tahun-tahun sebelumnya. Sebab, malam Siwaratri yang jatuh Selasa 12 Januari 2021 berlangsung di masa pandemi Covid-19. Karena itu, malam Siwaratri semestinya dilakukan lebih condong ke arah instrospeksi diri dan evaluasi diri dalam kehidupan.

Penyuluh Agama Hindu Kementerian Agama Kabupaten Gianyar Ida Bagus Wiadnyana Manuaba,S.Ag menjelaskan, Siwaratri dapat diuaraikan dari dua kata. Yakni Siwa dan Ratri, yang keduanya memiliki makna dan artinya masing-masing. 

“Siwa memiliki arti sesuai Bahasa Sanskerta, yakni baik hati, suka memaafkan, harapan baik dan kebahagiaan. Siwa juga sebagai gelar atau nama kehormatan untuk salah satu manisfestasi Tuhan. Khususnya gelar kehormatan Dewa Siswa, sebagai pamralina dan sebagai kesadaran diri dalam harapan lebih baik atau kebahagiaan,” jelasnya, kemarin.

Pria yang juga koordinator Penyuluh Agama Hindu non-PNS Kabupaten Gianyar ini, juga mengartikan makna dari kata Ratri. Disebutkannya, Ratri artinya malam, dan dapat juga diartikan kegelapan. “Dengan demikian, Siwaratri merupakan malam pralina atau pelebur segala kegelapan yang ada pada dalam diri dan hati atau pikiran menuju yang lebih terang,” sambungnya.

Ida Bagus Putu Wiadnyana memaparkan ada beberapa hal yang sebaiknya dilakukan selama malam Siwaratri. Salah satunya melaksanakan Upawasa atau tidak makan dan minum selama 12 jam. Berdiam diri dan tidak biacara atau beryoga, dan dengan cara majagra atau tidak tidur selama 12 jam ataupun 24 jam.

“Hal yang dilakukan dalam Siswaratri salah satunya kegiatan sebelumnya mulai dari melaksanakan sembahyang. Kemudian dilanjutkan dengan Upawasa itu, berdiam diri dan tak berbicara, dan tidak tidur atau yang disebut dengan majagra. Pelaksanaannya juga semestinya dilakukan selama 12 jam, jam 6 sore sampai jam 6 pagi besok harinya,” papar pria asal Desa Siangan, Gianyar ini.

Disebutkan, majagra itu diartikan tidak tidur semalaman, ini berlansung dari pagi sampai hari esoknya. Hanya saja majagra sebaiknya dilakukan selama 36 jam, sehingga tidak tidur sampai keesokan harinya. 

“Untuk Upawasa tidak makan dan tidak minum dari jam 6 hari ini, sampai jam 6 esoknya. 12 jam boleh itu tergantung dari kemampuan kita dalam melaksanakannya,” paparnya.

Kaitan makna Siwa dan Ratri dengan kisah hidup seorang yang bernamabLubdaka, Ida Bagus Wiadnyana menceritakan, Lubdaka memiliki kebiasaan berburu. Ia melewati malam mistis. Konsep itu ia sebutkan dikarang Mpu Tanakung sebagai penganut Siwaistis dan yang kental dengan kaitan Siwaratri tersebut.

Namun, disinggung apakah malam Siwaratri sebagai malam pelebur dosa? Ia menegaskan, pelaksanaan malam Siwaratri merupakan simbolisasi dalam perjalanan spiritual. “Secara tattwa sesungguhnya Siwaratri malam perenungan dosa bukan peleburan dosa. Sebab peleburan dosa dalam pengendalian diri tertinggi adalah karma phala,” tukasnya.

Jadi, Siwaratri sebagai simbolisasi dan aktualisasi dalam melakukan sebuah pendakian spiritual guna mencapai sebuah penyatuan. Yakni bersatunya Atma dengan Paratma. 

“Semestinya ini sebagai makna sebuah evaluasi atau introspeksi diri, selama ini apa yang pernah kita lakukan. Memohon kepada Ida Bhatara Siswa agar mengeluarkan kita dari perbuatan dosa. Secara tattwa itu. Lalu secara Susila, kita melaksankan kegiatan sesuai dengan perbuatan yang baik sesuai ajaran agama yang sudah diberikan kepada kita di dunia pendidikan,” sambungnya lagi.

Sedangkan salah satunya di bidang etika adalah berpakaian yang santun, berpikir dan berkata, berbuat yang baik. Berpikir yang baik berbuat yang baik dan berbicara yang baik, menurutnya salah satu secara Susila kita mengamalkannya di lapangan atau dalam kehidupan sehari-hari. Dan, pelaksanan ini dilakukan sewajarnya demi pemaknaan Siwaratri.

“Hal yang penting dalam proses pelaksanaan Siwaratri di tengah pandemi Covid-19 sekarang,  sesungguhnya introspeksi diri, untuk merenungkan apa yang sudah kita laksanakan atau perbuat sebelumnya. Pandemi juga menyuruh kita belajar berdiam diri merenung apa yang akan kita laksanakan. Kita harus lakukan ajakan dan pemberitahaun dari Guru Wisesa atau pemerintah,” tandasnya.

Dijelaskan juga, ketika melaksanakan Siwaratri di rumah dapat juga dilakukan secara tattwa. Merenung kepada Siwa itu sendiri, dan secara Susila bisa merenungkan perbuatan yang sebelumnya, dengan ajaran agama yang baik dan tepat kedepannya. 

Pelaksanaan di rumah juga dilaksanakan dengan cara majagra atau tidak tidur semalaman. Upawasa dan berdiam diri tidak berbicara.

“Kegiatan itu bisa dilakukan di rumah, dalam proses semalam Siwaratri ini. Sebab ada tingkatan Siwaratri, nista, madya dan utama. Utama adalah Manobrata Upawasa dan Majagra. Madya dengan Upawasa dan Majagra. Sementara Nista dapat dilakukan dengan Majagra saja, yaitu tidak tidur semalam suntuk sampai jam 6 pagi esok harinya. Namun, itu kembali lagi dengan diri kita sendiri dan tidak dipaksakan, disesuaikan dengan kemampuan dan kemauan kita dalam perayaan Siwaratri,” paparnya.

Bila dilakukan perayaan malam Siwaratri di pura, mesti tetap taat dengan imbauan pemerintah dengan penerapan protokol kesehatan untuk kebersihan dan kesehatan kita. Dengan cara bersembahyang di pura, untuk kegiatan Majagra Upawasa atau Manobrata, ketiga itu juga bisa dilakukan di pura.

“Sementara berbicara ideal pelaksaan Siwaratri adalah 24 jam, kalau memang bisa, tidak menutup kemungkinan 12 jam bisa laksanakan mengawali jam 6 sore sampai jam 6 besoknya. Ideal pelaksanaan Siwatratri ini karena aktivitas kita atau sesuatu lain hal. Idealnya kalau kita lihat secara pelaksanaan untuk Siwaratri yang 

baik bisa dilaksanakan 24 jam. Kita tidak memaksakan tergantung dari kesiapan kita untuk melaksanakan malamnya Siwaratri tersebut,” pungkas Ida Bagus Wiadnyana.

(bx/ade/rin/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news