Selasa, 26 Jan 2021
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali

Denpasar Siapkan 17 Fasyankes untuk Vaksinasi Serentak

12 Januari 2021, 20: 33: 35 WIB | editor : I Putu Suyatra

Denpasar Siapkan 17 Fasyankes untuk Vaksinasi Serentak

DENPASAR, BALI EXPRESS - Hari Kamis (14/1) merupakan vaksinasi serentak untuk tingkat provinsi, tak terkecuali Provinsi Bali. Khusus di Kota Denpasar, telah disiapkan sebanyak 17 fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) untuk melancarkan proses vaksinasi tersebut yang akan digelar pada 15 Januari 2021.

Hal itu ditegaskan Jubir GTPP Covid-19 Kota Denpasar, Dewa Gede Rai, saat dikonfirmasi Selasa (12/1) kemarin. Adapun jumlah 17 fasyankes tersebut terdiri dari 6 Rumah Sakit dan 11 Puskesmas.

"Besok (tanggal 13) kan di pusat. Nah tanggal 14 baru tingkat provinsi. Untuk Denpasar, telah di distribusikan sebanyak

24.280 dosis vaksin," kata Dewa Rai.

Lanjutnya, fasyankes yang dimaksud itu yakni RSUD Wangaya, RSUP Sanglah, Rumah Sakit Bali Mandara, Rumah Sakit Bhayangkara, Rumah Sakit Angkatan Darat (RSAD) dan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Benoa. "Sedangkan sisanya yaitu 11 Puskesmas tersebar di empat kecamatan. Nanti tergantung jumlahnya di masing-masing kecamatan, sesuai dengan kapasitas daya tampung puskesmas itu sendiri. Kalau terlalu banyak, nanti malah ada penumpukan warga," tegasnya.

Mengenai vaksin Covid-19 jenis Sinovac, Pemkot Denpasar telah menerima pendistribusiannya dari Dinas Kesehatan Provinsi Bali pada Selasa pagi. Seluruh vaksin tersebut disimpan di UPT Farmasi dan dijaga ketat oleh pihak kepolisian. "Di tanggal 14 itu baru diambil dan didistribusikan ke seluruh fasyankes yang dimaksud," imbuh Dewa Rai yang juga Kabag Humas dan Protokol Setda Kota Denpasar ini.

Lebih lanjut dikatakan Dewa Rai, pihaknya mengaku sudah siap dalam proses vaksinasi serentak nanti. Mengingat, sosialisasi maupun simulasi telah dilakukan di masing-masing fasyankes.

Disinggung mengenai jika ada warga yang menolak untuk divaksin, Dewa Rai menambahkan, hal itu bisa mengarah ke tindak pidana, sesuai dengan undang-undang yang berlaku yakni Nomor 6 tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan. "Sanksinya berupa denda maupun pidana. Karena ini wajib, mengingat sedang terjadi wabah. Dan warga berkewajiban mensukseskan program pemerintah dalam upaya memutus rantai Covid-19," tandasnya.

(bx/dip/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news