Rabu, 20 Jan 2021
baliexpress
Home > Bisnis
icon featured
Bisnis

Maksimalkan Orange Economy, 3 Tokoh Diberi Penghargaan oleh Walikota

12 Januari 2021, 20: 36: 58 WIB | editor : I Putu Suyatra

Maksimalkan Orange Economy, 3 Tokoh Diberi Penghargaan oleh Walikota

ORANGE ECONOMY : Walikota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra saat menyerahkan Pin Penghargaan Orange Economy Award kepada Putu Marmar Herayukti, Selasa (12/1). (ISTIMEWA)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS - Sebanyak tiga tokoh atau sosok yang sukses memaksimalkan orange economy di Kota Denpasar, mendapat penghargaan dari Walikota. Ketiganya adalah Putu Marmar Herayukti, Ary Wicahyana serta Wayan Sukhana.

Ketiganya mendapat penghargaan dari Walikota, IB Rai Dharmawijaya Mantra pada Selasa (12/1) kemarin setelah sukses dalam pengembangan ekonomi kreatif.

Putu Marmar Herayukti mendapat penghargaan dari kategori pelaku kreatif. Sementara Ary Wicahyana dengan karya komik tantras sebagai produk kreatif serta Wayan Sukhana dari Bali Tangi sebagai usaha kreatif.

Kabag Perekonomian dan SDA Setda Kota Denpasar, I Made Saryawan didampingi Ketua Harian Bekraf Kota Denpasar, I Putu 'Lengkong' Yuliarta mengatakan bahwa Pemerintah Kota Denpasar sangat serius dalam pengembangan Orange Economy dan Ekonomi Kreatif dalam rangka menjadikannya ciri khas Kota Denpasar.

"Jadi pengembangan kesadaran yang bermuara pada meningkatnya perekonomian dapat berinteraksi dengan budaya, tradisi dan kearifan lokal masyarakat Denpasar," ujar Made Saryawan diamini Putu Yuliarta.

Lebih lanjut dijelaskan, pemberian penghargaan ini diharapkan mampu memotivasi insan-insan budayawan, seniman maupun kreator di Kota Denpasar dalam berbagai bidang. Dan kiprah yang ditunjukkan dengan karya-karyanya yang gemilang dan dinikmati masyarakat luas, terutama generasi muda yang dapat memperkuat jatidiri, identitas budaya, dan karakter insan di Kota Denpasar.

"Penghargaan diberikan kepada warga masyarakat dan pelaku di bidang: seni rupa, seni tari, seni musik/karawitan, seni teater/pedalangan, seni sastra, seni film/multimedia, seni arsitektur, mode busana (fashion/tekstil), dan produk desain. Adapun penghargaan ini dibagi atas tiga kategori yakni Pelaku kreatif, Produk kreatif dan Usaha kreatif," jelasnya.

Sementara Walikota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra menekankan Kota Denpasar menjadian Budaya sebagai fokus pengembangan ekonomi. Sehingga pengembangan kesadaran yang bermuara pada meningkatnya perekonomian dapat berinteraksi dengan budaya, tradisi dan kearifan lokal masyarakat Denpasar.

"Adanya interaksi antara pariwisata, ekonomi dan budaya inilah yang dapat dikatakan sebagai orange economy dan ekonomi kreatif. Sedangkan seluruh elemen pembangunan terintegrasi menjadi sebuah jaringan yang disebut smart city yaitu pariwisata budaya, bukan budaya pariwisata," ungkap Rai Mantra.

Selain hal tersebut, dalam kaitannya dengan Pariwisata, Denpasar adalah kota dengan indeks pariwisata terbaik di Indonesia. Sehingga jangan sampai tumbuhnya pariwisata dapat mengancam keberadaan seni, budaya, tradisi dan kearifan lokal yang merupakan warisan leluhur, melainkan mampu saling menguatkan satu sama lain dengan tetap bergerak sesuai dengan pakem yang ada.

"Pariwisata itu tumbuh harus menguatkan kebudayaan masyarakat Bali yang sangat berkharisma dan memiliki daya tarik yang khas," tegasnya.

Dalam rangka menjaga barometer tersebut, diperlukan sebuah penghargaan kepada insan kreatif, usaha kreatif dan produk kreatif yang secara intens telah bekontribusi serta menginspirasi untuk tumbuh kembang orange economy di Kota Denpasar.

"Jadi dengan diberikanya award ini secara rutin setiap tahunya diharapkan dapat mendukung pengembangan dan penguatan orange ekonomi di Kota Denpasar," tandas Rai Mantra.

(bx/dip/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news