Senin, 25 Jan 2021
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali

Sesuai Jadwal Semula, Vaksinasi Tahap Awal Digelar 14 Januari

12 Januari 2021, 20: 56: 04 WIB | editor : I Putu Suyatra

Sesuai Jadwal Semula, Vaksinasi Tahap Awal Digelar 14 Januari

DISTRIBUSI VAKSIN: Proses pendistribusian vaksin dari tempat penyimpanan di Dinkes Bali ke tiga wilayah yakni Kota Denpasar, Kabupatan Badung, dan Gianyar pada Selasa (12/1). (AGUNG BAYU/BALI EXPRESS)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali memastikan vaksinasi Covid-19 gelombang pertama akan digelar sesuai jadwal semula, Kamis (14/1). Kepastian ini seiring telah dikeluarkannya izin penggunaan darurat atau yang disebut Emergency Use Authorization (EUA) oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pada Senin lalu (11/1).

Persiapan pelaksanaan vaksin itu bahkan sudah mulai dilakukan sejak kemarin, Selasa (12/1). Rumah Sakit Bali Mandara (RSBM) akan menjadi simbol lokasi pelaksanaan vaksinasi tahap pertama tersebut. Dan secara serentak akan dilakukan pula di tiga wilayah yakni Kota Denpasar, Kabupaten Badung, dan Gianyar.

Distribusi vaksin kepada tiga wilayah itu juga sudah dilakukan kemarin. Proses pengiriman dari tempat penyimpanan di Diskes Bali ke tiga daerah itu bahkan memperoleh pengawalan ketat Satuan Brimob Polda Bali.

“Tetap (sesuai jadwal). Jadi pada 14 Januari 2021,” jelas Kepala Diskes Bali dr Ketut Suarjaya perihal jadwal pelaksanaan vaksinasi tahap pertama saat dikonfirmasi kemarin.

Rencananya, kick off atau peluncuran dari kegiatan vaksinasi tahap pertama di RSBM itu akan dihadiri langsung oleh Gubernur Bali Wayan Koster.

Sekadar mengingat, Gubernur Koster masuk kelompok satu yang akan disuntik vaksin. Bersama juga dengan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) di tingkat provinsi.

Kelompok satu ini juga berlaku untuk kepala daerah dan Forkompinda di tingkat kabupaten/kota. Baru setelah itu dilakukan kepada kelompok prioritas yakni para tenaga kesehatan atau nakes yang selama ini jadi ujung tombak penanganan Covid-19.

Masih dalam keterangan dr Suarjaya, ada 13 kelompok orang yang tidak masuk ke dalam prioritas terakhir dari vaksinasi. Salah satunya adalah mereka yang pernah positif terpapar Covid-19. “Karena (mereka) sudah punya kekebalan. Sudah punya antibodi,” jelasnya.

Untuk memastikannya apakah harus diuji usap atau swab berbasis PCR? Menurutnya, sepanjang tidak menunjukan gejala klinis yang mengarah pada Covid-19, calon penerima vaksin, khususnya nakes yang masuk dalam kelompok prioritas, tidak perlu uji swab.

“Sepanjang tidak ada gejala klinis (yang mengarah Covid-19), tidak perlu swab juga tidak apa,” jelasnya.

Dijelaskan pula, penerima vaksin nantinya akan memperoleh pemberitahuan melalui SMS blast. Dan menurutnya, hampir sebagian besar nakes telah menerima pesan singkat tersebut.

 “Yang belum menerima, bisa cek di aplikasi PeduliLindungi. Bisa dicek di aplikasi itu. Tinggal daftar saja di sana. Jadwalnya kapan. Selain itu data-datanya kan sudah ada di masing-masing faskes (fasilitas kesehatan),” pungkasnya.

Terkait distribusi ke Denpasar, Badung, maupun Gianyar, dia menyebutkan ada perubahan kuota. Hanya saja, dia tidak hafal perubahan kuota di tiga wilayah tersebut. “Saya kebetulan tidak pegang datanya,” pungkasnya.

(bx/hai/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news