Selasa, 26 Jan 2021
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali

Polsek Bangli Gerebek Tajen di Sidembunut, Diancam Pasal Berlapis

12 Januari 2021, 21: 12: 34 WIB | editor : I Putu Suyatra

Polsek Bangli Gerebek Tajen di Sidembunut, Diancam Pasal Berlapis

DIRILIS: Tersangka tajen saat dirilis Polres Bangli, Selasa (12/1). (ISTIMEWA)

Share this      

BANGLI, BALI EXPRESS- Polsek Bangli menggerebek judi tajen (sabung ayam) di rumah I Ketut Soto,60, wilayah Sidembunut, Kelurahan Cempaga, Bangli, Senin (11/1) sekitar pukul 18.00. Polisi juga telah menetapkan Soto sebagai tersangka tunggal. Dia diduga sebagai penyelenggara.

Soto kepada wartawan, Selasa (12/1) mengaku tidak pernah mengundang bebotoh ke rumahnya yang sedang dilaksanakan piodalan. Katanya satu per satu datang, hingga tajen itu digelar. Saat digerebek, sudah berjalan empat seet (empat kali aduan ayam). “Begitu ada polisi semua kabur. Saya kebingungan sebagai tuan rumah. Jadinya saya sendiri menanggung," ujar Soto. Tukang ojek yang mengaku dulu adalah bebotoh ini juga menegaskan bahwa baru sekali ada tajen di rumahnya. "Tidak pernah menggelar," tegas pria yang sempat tersangkut kasus pencurian ini.

Kasat Reskrim Polres Bangli AKP Androyuan Elim mengungkapkan, penggerebekan judi tajen berawal dari informasi masyarakat. Setelah diselidiki, ternyata benar ada tajen di rumah Soto. Begitu tahu ada polisi, orang-orang yang ada di arena tajen langsung lari. Sehingga belum dipastikan dari mana saja bebotohnya. Polisi berhasil mengamankan Soto yang diduga sebagai penyelenggara, beberapa saksi, termasuk barang bukti. Di antaranya tujuh ekor ayam aduan masih hidup, lima ekor ayam mati, empat buah kaki ayam, tiga pukangan, lima buah kisa plastik, empat buah karung tempat ayam, dua gulung benang merah atau biasa disebut blulang, tiga taji sangket, satu sangkar ayam dan uang tunai Rp  75 ribu. “Saat digerebek sudah empat seet,” terang Andro.

Soto disangkakan Pasal 303 Ayat (1) ke-2 KUHP Jo Undang-Undang RI No 7 Tahun 1974 tentang Perjudian. Selain itu, pelaksanaan tajen di tengah pandemi Covid-19 juga mengancam tersangka dengan Pasal 56 dan 93 Undang-Undang 6 Tahun 2018 tentang Karantina Kesehatan serta Pasal 14 ayat (1) dan (2) Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit. “Dalam situasi pandemi, (tersangka) telah melanggar juga protokol kesehatan,” tandasnya.

Kapolres Bangli AKBP I Gusti Agung Dhana Aryawan menegaskan, bukan kali ini saja terjadi judi tajen di Bangli. Sebelumnya, polisi juga sempat mendapat informasi tajen dekat perbatasan Karangasem. Namun begitu polisi tiba di lokasi, hanya menemukan bekasnya saja. Tajen sudah bubar. “Ada coba-coba sembunyi,” ungkapnya. Ia memastikan bahwa polisi tidak akan tinggal diam. Apabila terungkap, bukan hanya pasal perjudian yang menanti tetapi juga soal kerumunan kaitan dengan pandemi Covid-19.

(bx/wan/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news