Selasa, 26 Jan 2021
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali

Butuh Sosialisasi Kenceng, Buda Cemeng Klawu Banyak Warga Upacara

13 Januari 2021, 14: 15: 53 WIB | editor : I Komang Gede Doktrinaya

Butuh Sosialisasi Kenceng, Buda Cemeng Klawu Banyak Warga Upacara

PIODALAN : Warga melaksanakan piodalan di merajan saat Buda Cemeng Klawu, Rabu (13/1).  (Putu Agus Adegrantika/Bali Express)

Share this      

GIANYAR, BALI EXPRESS - Jajaran Polsek Ubud menugaskan Bhabinkamtibmas masing-masing desa mengingatkan penerapan protokol kesehatan kepada masyarakat wilayah binaannya, Rabu (13/1). 

Hal itu dilakukan lantaran pada Buda Cemeng Klawu sebagian besar warga melaksanakan prosesi upacara merainan (ritual khusus) di merajannya masing-masing dan Pura Melanting yang ada. 

Selain itu, saat momen umat Hindu yang banyak melaksanakan yadnya saat Buda Cemeng Klawu, Polsek Ubud juga menerjunkan 30 personel untuk melakukan sosialisasi protokol kesehatan, mengantisipasi penyebaran virus klaster keluarga.

Kapolsek Ubud AKP Gede Sudyatmaja menjelaskan, untuk pemantauan khusus tidak ada, hanya saja pemantauan dan sosialisasi protokol kesehatan dilakukan oleh Bhabinkamtibmas setiap desa.

"Pemantauan  dilakukan oleh Bhabinkamtibmas masing-masing desa. Selain itu, juga bersama dengan Bhabinjar (Polisi yang bertempat tinggal di wilayah banjar-banjar)," jelasnya. 

Selain melibatkan Bahbinkamtibmas, mantan Kapolsek Payangan ini, juga menyampaikan sebanyak 30 personel Polsek Ubud melakukan patroli wilayah. Patroli dibagi menjadi dua grup sesuai teritorial wilayah Kecamatan Ubud. 

Grup Timur wilayah Petulu, Ubud, Peliatan, Mas. Sedangkan Grup Barat wilayah Kedewatan, Sayan, Singakerta, dan Lodtunduh. 

Hal tersebut juga sebagai langkah menyikapi pandemi Covid-19 yang belum menunjukkan penurunan di Gianyar.  Sebelumnya Sekda Gianyar Wisnu Wijaya bersama Satgas Covid-19 Kabupaten Gianyar telah menggelar rapat koordinasi guna mengevaluasi penanganan Covid-19 terkait masih merebaknya kasus Covid-19 di Gianyar. Rapat itu juga bertujuan mengefektifkan pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). 

"Kata kuncinya adalah sosialisasi, kenapa? Di preventif kita kebobolan, padahal di recovery kita sudah bagus. Menyiapkan ruang isolasi kita tidak pernah kewalahan, bufferstock juga kita tidak kewalahan. Kita sudah bedah bersama-sama, nampaknya yang kekurangan di masyarakat adalah sosialisasinya," ujar Wisnu Wijaya. 

(bx/ade/rin/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news