Kamis, 28 Jan 2021
baliexpress
Home > Bisnis
icon featured
Bisnis

Sempat Menggeliat, Hotel di Buleleng Nihil Bookingan Hingga Maret

13 Januari 2021, 17: 20: 27 WIB | editor : I Komang Gede Doktrinaya

Sempat Menggeliat, Hotel di Buleleng Nihil Bookingan Hingga Maret

Ketua PHRI Buleleng Dewa Ketut Suardipa. (Putu Mardika/Bali Express)

Share this      

SINGARAJA, BALI EXPRESS-Tingkat kunjungan wisatawan ke Buleleng hingga Maret 2021 mendatang diprediksi masih anjlok. Pasalnya, sejumlah hotel berbintang di Buleleng hingga bulan Maret ini belum ada bookingan dari wisatawan. Kondisi ini tak lepas dari mewabahnya pandemi Covid-19 yang belum ada tanda-tanda akan mereda.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Buleleng, Dewa Ketut Suardipa saat dikonfirmasi Rabu (13/1) mengatakan, saat libur Natal dan Tahun Baru beberapa waktu lalu sempat menjadi angin segar bagi pelaku pariwisata di Buleleng. Pasalnya, tingkat hunian di sejumlah hotel berbintang tembus di angka 100 persen, meskipun masih mewabahnya pandemi Covid-19.

“Teman-teman pengelola hotel khususnya di wilayah Pemuteran, Taman Nasional Bali Barat itu tingkat huniannya sampai 100 persen. Tentu ini sangat disyukuri, mengingat suasana masih pandemi Covid-19,” ujar Suardipa.

Wisatawan yang berlibur diakui Suardipa sebagian besar merupakan tamu domestik, yang berasal dari Bali Selatan, khususnya wilayah Denpasar. “Mungkin karena mereka jenuh di kota, jadi liburannya di wilayah Buleleng Barat. Seperti Pemuteran, wilayah Taman Nasional Bali Barat. Memang ini menjadi daya tarik bagi wisatawan,” jelasnya.

Diakui Suardipa, sejumlah hotel besar di Buleleng memang sengaja disasar wisatawan saat merayakan libur Natal dan Tahun Baru. Pasalnya, hotel-hotel tersebut telah menerapkan protokol kesehatan dengan ketat berbasis CHSE yakni Cleanliness (Kebersihan), Health (Kesehatan), Safety (Keamanan), dan Environment (Ramah lingkungan), diakuinya memberikan rasa aman bagi wisatawan. “Penerapan CHSE sangat mengena. Membuat wisatawan nyaman berkunjung,” bebernya.

Namun, setelah memasuki awal 2021, Suardipa tak menampik jika tingkat kunjungan wisatawan ke Buleleng kembali anjlok hingga 20-30 persen. Bahkan, sampai Maret, sejumlah hotel berbintang di Buleleng nihil bookingan.

Kondisi itu tak lepas diduga dari adanyan sejumlah kebijakan dari pemerintah untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19. “Mungkin karena harus ada aturan yang harus diisi. Kami juga tidak bisa menyalahkan pemerintah sebagai regulator. Memang ada dampaknya, sedikit wisatawan lokal,” imbuhnya.

Selama ini, sejumlah hotel besar di Buleleng sudah berusaha untuk tetap beroperasi, meskipun harus berpikir keras untuk mengatur biaya operasional yang tinggi. “Kalau bisa agar dana ibah pariwisata dari pemerintah bisa diperoleh lagi, sehingga bisa mengantisipasi besarnya biaya operasional,” pungkasnya. 

(bx/dik/rin/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news