Senin, 25 Jan 2021
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali

Kasus Penyebaran Masif, Aktivitas di Buyan dan Banyuning Dibatasi

13 Januari 2021, 19: 40: 06 WIB | editor : I Komang Gede Doktrinaya

Kasus Penyebaran Masif, Aktivitas di Buyan dan Banyuning Dibatasi

POSKO : Polisi saat mendirikan posko pengawasan di wilayah Banyuning, Rabu (13/1) untuk membatasi Penyebaran Covid-19 di wilayah tersebut.  (Putu Mardika/Bali Express)

Share this      

SINGARAJA, BALI EXPRESS-Lonjakan kasus Covid-19 yang terjadi di sebuah perumahan, Kelurahan Banyuning, Kecamatan Buleleng dan Dusun Buyan di Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada, membuat Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Buleleng memperketat  keluar masuknya masyarakat di wilayah tersebut. Pengawasan dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19 yang kian meluas. 

Sekretaris Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Buleleng, Gede Suyasa saat dikonfirmasi Rabu (13/1) mengatakan, khusus di Dusun Buyan, Desa Pancasari, lonjakan kasus terjadi hingga 15 kasus sejak Januari akibat klaster upacara yang dilakukan sebuah keluarga. Sehingga perlu dilakukan pengawasan terhadap keluar masuknya masyarakat. 

"Satu Dusun Buyan diharapkan dilakukan pengawasan dan pengendalian keluar masuk masyarakat. Nanti akan dikontrol oleh TNI Dan Polri, Satpol PP, Pecalang. Jadi kalau keluar masuk harus dapat izin. Kalau ada toko atau pusat bisnis, agar dibatasi jam bukanya selama dua minggu kedepan. Karena kasusnya terus mengalami penambahan," jelasnya. 

Ditambahkan Suyasa, pihaknya juga akan melaksanakan rapid antigen terhada keluarga yang telah melaksanakan upacara di Dusun tersebut, Kamis (14/1). 

Pihaknya telah melakukan swab terhadap 50 orang. Hasilnya sebanyak 20 telah keluar, dimana 3 diantaranya positif. "Nanti yang 50 orang sisanya akan di rapid antigen. Kalau hasilnya reaktif, maka akan diswab PCR. Ini dari hasil tracing terhadap 137 orang di daerah tersebut," imbuhnya. 

Sementara untuk klaster keluarga yang terjadi di Perumahan Banyuning, pihaknya juga melakukan pengawasan secara ketat untuk keluar masuk masyarakat. Pasalnya, berdasarkan data Gugus Tugas, tercatat ada 13 kasus terkonfirmasi di wilayah perumahan tersebut sejak Januari lalu. 

"Tetap bisa beraktivitas, tetapi tidak sebebas seperti biasanya. Pembatasan ini akan tetap dipantau oleh Gugus Tugas dari TNI/Polri. Ada juga pembatasan untuk toko dari pukul 19.00 Wita malam. Nanti satu Kelurahan di Banyuning akan ada pembatasan" pungkasnya. 

Atas kondisi ini, Suyasa pun meminta perbekel dan desa adat agar ada pengawasan terkait pelaksanaan upacara adat di Buleleng. Bahkan, pihaknya mewajibkan agar masyarakat yang menggelar upacara adat harus mengantongi izin sebelum melaksanakan upacara adat. 

"Kami sudah bersurat ke Perbekel dan desa adat. Nanti Satgas Kabupaten tidak hanya memberikan norma norma saja. Tetapi juga di izin kabupaten. Berapa orang yang boleh berkumpul saat upacara adat, taati prokes. Jadi kalau tidak mengantongi izin, maka upacara adat bisa ditunda oleh Satgas,"pungkasnya.

Terpisah, Polres Buleleng mendirikan posko terpadu di wilayah Kota Singaraja untuk menekan penyebaran Covid-19 di wilayah tersebut. Posko berada di wilayah Kelurahan Banjar Jawa dan di Kelurahan Banyuning. Posko terpadu dibangun untuk mendisiplinkan warga menjalankan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Kabag Ops Polres Buleleng, Kompol Anak Agung Wiranata Kusuma saat dikonfirmasi Rabu (13/1) menyampaikan, dua posko terpadu didirikan sebagai tempat angota kepolisian mengawasi aktivitas masyarakat secara langsung. Jika ada pelanggaran protokol kesehatan, misalnya tidak menggunakan masker akan langsung ditindak oleh petugas di tempat.

Dikatakan Kompol Wiranata Kusuma, dua posko terpadu didirikan didasarkan hasil analisa dan mapping wilayah yang memiliki potensi penyebaran Covid-19 cukup tinggi. "Untuk Kecamatan Buleleng, khususnya Kota Singaraja memang terdapat dua titik yang cukup rawan penyebarannya, yakni Kelurahan Banjar Jawa dan Kelurahan Banyuning," ungkapnya.

Nantinya, sebanyak 49 personel gabungan Polri-TNI, Satpol PP, dan Pecalang yang disiagakan di posko terpadu ini. Seluruh personel gabungan yang menempati posko terpadu akan memedomani protokol kesehatan Covid-19. "Karena di lapangan masih saja kami temukan beberapa warga yang belum disiplin protokol kesehatan," tambahnya.

Keberadaan posko ini akan dievaluasi ke depannya. Jika tingkat disiplin masyarakat sudah semakin membaik, akan kami geser ke wilayah lainnya yang masih rawan penyebaran Covid-19. Namun, pihaknya berharap masyarakat di seluruh wilayah Buleleng taat dan disiplin, sehingga akan berdampak terhadap menurunnya angka penyebaran Covid-19. 

(bx/dik/rin/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news