Kamis, 28 Jan 2021
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali

Bangli Kembali Zona Merah Covid-19

13 Januari 2021, 20: 38: 13 WIB | editor : I Putu Suyatra

Bangli Kembali Zona Merah Covid-19

SOSIALISASI: Anggota Kodim 1626/Bangli sosialisasi prokes di Pasar Kidul, Rabu (13/1). (ISTIMEWA)

Share this      

BANGLI, BALI EXPRESS - Kabupaten Bangli kembali zona merah Covid-19. Ini merupakan kali kedua Bangli menyandang status resiko tinggi, setelah sebelumnya pada awal-awal penyebaran Covid-19. “Di awal sempat zona merah, terus orange. Sekarang merah lagi, kuning belum pernah,” ungkap Humas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bangli Wayan Dirgayusa, Rabu (13/1).

Dirgayusa menyatakan, Bangli masuk zona merah sejak Selasa (12/1) lalu.  Salah satu indikatornya adalah pertumbuhan kasus yang tergolong tinggi. Bahkan muncul di sejumlah desa. Pertumbuhan kasus ini hampir sama ketika awal virus merebak di Bangli.  Saat ini terdapat 51 orang dirawat karena terpapar Covid-19. Dilihat dari umurnya di bawah usia 45 tahun. Sebagian besar berada di Kecamatan Bangli. “Range usia 25-35 tahun. Usia tingkat mobilisasi tinggi,” sebut Dirgayusa.

Hanya saja, pria yang juga kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian (Kominfosan) Kabupaten Bangli ini mengaku bahwa pemkab setempat belum memutuskan strategi apa yang harus dilakukan setelah zona merah. Kemungkinan besar mengikuti strategi penanganan yang ditetapkan Pemprov Bali, karena kasus rata-rata melonjak di semua kabupaten/kota di Bali. “Kami mengimbau masyarakat tetap taat protokol kesehatan (prokes),” kata Dirgayusa.

Sebelum ditetapkan menjadi zona merah, mantan Camat Kintamani ini menyatakan bahwa Gugus Tugas sudah menyampaikan kepada bagian penindakan atau Tim Yustisi agar lebih gencar melakukan penindakan. Terutama soal penyediaan fasilitas prokes, seperti tempat cuci tangan dan kelengkapan lainnya pada fasilitas publik. Diakuinya, penindakan selama ini baru fokus pada sidak penggunaan masker. Sedangkan pengawasan terhadap penyediaan sarana prokes masih rendah. Sehingga masih ada tempat cuci tangan hanya ada air, tanpa sabun. “Yang selama ini berjalan baru sidak masker,” tegas birokrat asal Desa Demulih, Kecamatan Susut itu.

Secara terpisah, Dandim 1626/Bangli Letkol Inf I Gde Putu Suwardana telah memerintahkan jajarannya sering turun mengedukasi masyarakat dan mensosialisasikan gerakan 3 M (memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan air mengalir dan menggunakan sabun). Seperti yang dilakukan di Pasar Kidul, Bangli, Rabu.

Ternyata di tengah ramainya pengunjung, masih saja ditemukan tidak memakai masker, tidak jaga jarak. Dengan pendekatan humanis, anggota kodim memberikan edukasi pentingnya prokes. “Diharapkan dengan pola persuasif dan humanis sosialisasi imbauan Covid -19 ini dapat diterima dan dipatuhi oleh pedagang dan pengunjung pasar,” harap Suwardana.

(bx/wan/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news