Kamis, 28 Jan 2021
baliexpress
Home > Politik
icon featured
Politik

Gedung Tidak Layak, KPU Klungkung Minta Gedung Baru

13 Januari 2021, 20: 41: 05 WIB | editor : I Putu Suyatra

Gedung Tidak Layak, KPU Klungkung Minta Gedung Baru

GEDUNG KPU: Kondisi gedung KPU Klungkung saat ini. (ISTIMEWA)

Share this      

SEMARAPURA, BALI EXPRESS - Gedung KPU Klungkung di Jalan Gajah Mada, Semarapura dianggap tidak layak lagi. Sehingga KPU setempat minta gedung baru kepada KPU RI. Tak tanggung-tanggung, gedung baru yang diminta senilai Rp 8 miliar.

Ketua KPU Klungkung I Gusti Lanang Mega Saskara mengakui, gedung yang diusulkan butuh biaya besar. Itu karena dirancang bertingkat. Mulai dari di basement untuk parkir kendaraan, di atasnya  kantor dan paling atas ruang rapat. Pembangunan dirancang bertingkat karena lahannya terbilang sempit. “Harus perluasannya ke atas. Kalau sudah disetujui apa dibangun multiyears, atau sekali,” ujar Lanang Mega, Rabu (13/1).

Saat ini pihaknya masih menunggu realisasi dari usulan itu. Dijelaskan Lanang Mega, sebelum akhirnya minta gedung baru, KPU setempat terlebih dulu sudah mengalihkan aset tanah dan bangunan. Aset yang dulu milik Pemkab Klungkung sudah beralih menjadi milik KPU RI. Sebab  tidak mungkin KPU RI membangun di aset yang bukan miliknya. Hanya saja, aset yang sudah klir tidak lantas membuat usulan gedung berjalan mulus. Menurut Lanang Mega, usulan harus dilengkapi penilaian kelayakan bangunan dari Dinas Pekerjaan Umum. “Kini penilain dari instansi teknis sudah turun. Sudah dipakai melengkapi kekurangan atas usulan tersebut,” imbuhnya. Berdasarkan hasil penilaian dari Dinas Pekerjaan Umum Klungkung nilai bangunan di atas lahan 348,38 m2 itu Rp 19 juta. “Itu bangunan sudah 30 tahun lebih umurnya. Sekarang bangunan itu dinilai Rp 19 juta,” tegas Lanang Mega.

Disinggung terkait kondisi bangunan saat ini, Lanang Mega menyebutkan bahwa tidak representatif. Selain sering bocor, bangunan itu juga tidak sesuai kebutuhan. Misalnya lahan parkir. Saat ini tidak areal parkir kendaraan dinas maupun kendaraan pegawai. Demikian pula dengan tempat  penyimpanan arsip juga terbatas. “Kami berharap bisa memiliki gedung yang representatif untuk mendukung kinerja lembaga,” harapnya.

(bx/wan/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news