Rabu, 20 Jan 2021
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali

Langgar Jam Operasional PKM, Puluhan Usaha Disemprit

14 Januari 2021, 06: 57: 07 WIB | editor : I Komang Gede Doktrinaya

Langgar Jam Operasional PKM, Puluhan Usaha Disemprit

SIDAK: Satpol PP Badung yang tergabung dalam tim yustisi melakukan sidak di seluruh kecamatan, guna mengecek kepatuhan pelaku usaha pada jam operasional selama PKM. (istimewa)

Share this      

MANGUPURA, BALI EXPRESS - Lantaran melanggar jam operasional di tengah Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM), puluhan usaha di Kabupaten Badung ditertibkan Satpol PP setempat. Pemiliknya diberikan surat peringatan. Bahkan, terancam sanksi denda atau tutup.

Kasatpol PP Badung I Gusti Agung Ketut Suryanegara membenarkan temuan pelanggaran saat jajarannya yang tergabung dalam tim yustisi, melaksanakan pengawasan, Selasa (12/1) malam. 

“Semalam tim kami melakukan penertiban dan hasilnya hanya di Petang dan Abiansemal yang nihil pelanggaran. Sedangkan di kecamatan lainnya masih ditemukan pelanggaran,” ujarnya, Rabu (13/1).

Suryanegara membeberkan, pelanggaran paling banyak jam operasional yang dibatasi hingga pukul 21.00 Wita  ini, dominan di Mengwi, Kuta Utara, dan Kuta.

"Total 13 usaha yang terdiri dari dua restoran, lima angkringan, enam toko, dan satu SPBU. Sedangkan di Kuta Selatan ada sembilan usaha, yakni satu angkringan dan delapan pedagang makanan,” jelasnya.

Pelanggar pun diberi tindakan tegas. KTP pemilik atau penanggung jawab diambil dan diberi surat peringatan. “Kami ambil KTP penanggung jawab atau pegawainya, dan diberikan surat peringatan serta panggilan minta datang ke Kantor Satpol PP,” katanya.

Menurutnya, usaha yang melanggar diminta membuat surat pernyataan melakukan pelanggaran protokol kesehatan  dan SE Bupati. Mereka juga menyatakan siap dikenakan sanksi administrasi sesuai Perbup 52 Tahun 2020 berupa denda administrasi Rp 1 juta atau ditutup sementara selama tujuh hari.

Selain terkait pembatasan jam operasional, tim yustisi juga tetap mengawasi kepatuhan terhadap protokol kesehatan. Alhasil, Rabu (13/1), hingga siang hari ditemukan puluhan pelanggar pula.

“Sementara siang ini, kami temukan 26 orang melanggar prokes. Tanpa menggunakan masker ada 14 orang, dan menggunakan masker tidak benar 12 orang,” bebernya.

Sesuai dengan aturan yang berlaku, lanjut Suryanegara, pelanggar tanpa masker dikenakan denda. Sedangkan yang memakai masker tidak benar, dikenakan sanksi sosial, yakni push up. “Pada penertiban hari ini, juga ada dua usaha toko yang belum menyediakan sarana prokes. Ini juga sudah kami proses,” tandas pejabat asal Denpasar ini.

(bx/adi/rin/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news