Rabu, 20 Jan 2021
baliexpress
Home > Bisnis
icon featured
Bisnis

Pasar Hewan Pempatan Lama Sepi, Transaksi Dilakukan di Rumah

14 Januari 2021, 07: 24: 35 WIB | editor : I Komang Gede Doktrinaya

Pasar Hewan Pempatan Lama Sepi, Transaksi Dilakukan di Rumah

TERBENGKALAI: Suasana pasar hewan di jalan Kintamani-Besakih, Desa Pempatan, Rendang, Karangasem, sepi, dipotret beberapa waktu lalu. (Agus Eka Purna Negara/Bali Express)

Share this      

AMLAPURA, BALI EXPRESS — Keberadaan pasar hewan di Desa Pempatan, Kecamatan Rendang, Karangasem, sudah lama tak jadi perhatian. Aktivitas jual-beli hewan ternak di sekitar pasar juga jarang terlihat hingga kini. Padahal, pasar tersebut digadang-gadang jadi pasar hewan terbesar di Gumi Lahar.

Kondisi pasar hewan yang terletak di jalan penghubung Kintamani-Besakih ini benar benar sepi. Ini bakal menjadi bahan evaluasi Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Karangasem, membangkitkan kembali pasar hewan termasuk pasar lainnya.

Informasi di masyarakat, jual-bali sapi masih dilakukan para peternak hingga kini. Maklum, Desa Pempatan dan sekitarnya jadi salah satu sentra peternakan sapi di Karangasem. Transaksi tidak dilakukan di pasar. Pembeli biasa bertransaksi langsung ke rumah penjualnya. 

Kepala Disperindag Karangasem I Wayan Sutrisna mengatakan, keberadaan pasar hewan yang dibangun sekitar 2007-2008 itu, memang cukup memprihatinkan. Karena itu, Disperindag masih mengevaluasi pasar itu, termasuk beberapa pasar lain yang tidak berjalan optimal sampai sekarang.

Menurut dia, pasar hewan itu tidak sepenuhnya stop beroperasi. Untuk pungutan retribusi masih dilakukan, apabila ada transaksi di sana. Di sisi lain, pasar yang tak beroperasi akan dicoba untuk dibangkitkan lagi. Seperti Pasar Yadnya di Desa Rendang, Kecamatan Rendang, dan Pasar Manggis di Kecamatan Manggis. "Ini untuk mendongkrak pendapatan daerah," katanya, kemarin (13/1).

Bicara pendapatan pasar, Sutrisna menglaim realisasi pendapatan retribusi pasar yang dikelola Disperindag melampaui target pada 2020 lalu. Yakni Rp 2,9 Miliar dari yang dipasang Rp 2,2 Miliar. 

Pihaknya sempat mengurangi angka target realisasi pendapatan mengingat masih pandemi Covid-19. Namun penurunan tidak terjadi. Karena itu, Disperindag masih meramu formula untuk pengembangan dua pasar yang belum dapat beroperasi. 

Saat ini, sebanyak 14 pasar tradisional dari 17 pasar di seluruh Karangasem telah berjalan baik. Tiga pasar yang belum berjalan optimal ini bakal digenjot. "Kami masih evaluasi," pungkasnya.

(bx/aka/rin/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news