Rabu, 20 Jan 2021
baliexpress
Home > Bisnis
icon featured
Bisnis

Realisasi PAD Buleleng 2020, Empat Sektor Lampaui Target

14 Januari 2021, 15: 20: 43 WIB | editor : I Komang Gede Doktrinaya

Realisasi PAD Buleleng 2020, Empat Sektor Lampaui Target

PAJAK : Suasana pelayanan pembayaran pajak di Kantor BPKPD Buleleng.  (Putu Mardika/Bali Express)

Share this      

SINGARAJA, BALI EXPRESS-Hanya empat sektor pajak yang melampaui target Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang dipasang Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Buleleng sepanjang tahun 2020. Empat sektor tersebut diantaranya Pajak Reklama, Pajak Air Tanah dan Pajak Bumi Bangunan Perkotaan Pedesaan (PPB-P2).

Kepala BPKPD Buleleng Gede Sugiartha Widiada, merinci, khusus Pajak Reklama realiasai 124,18 persen, Pajak Air Tanah sebesar 101,99 persen, Pajak Bumi Bangunan Perkotaan Pedesaan (PPB-P2) 122,72 persen, dan Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) dengan realiasasi 102,64 persen.

Sementara realiasi pajak di tahun 2020 secara keseluruhan menembus angka 91,54 persen atau mencapai Rp 118.257.327.957. Sedangkan target PAD dari sektor pajak tahun 2020 dipasang sebesar Rp 129.188.444.600.

Dikatakan Sugiartha, pada triwulan keempat pihaknya menggenjot dan memaksimalkan penagihan pajak .“Astungkara hingga akhir tahun kemarin selain PBB P2 dan BPHTB, Pajak Reklama dan Air Tanah yang realisasinya melebihi 100 persen,” ujar Sugiartha, Kamis (14/1) siang.

Diakuinya, capaian realiasi pajak sektor PBB P2 memang tertinggi diantara 11 sektor lainnya. Hal itu tidak lepas dari gerakan Gebyar Pajak yang diluncurkan BPKPD sejak Oktober hingga Desember 2020.

Sugiartha pun tak menampik jika petugas penagihan pajak sempat tarik ulur melakukan penarikan. Pasalnya, kondisi pandemi membuat sektor perekonomian melesu.

“Pelayanan jemput bola sampai ke dusun-dusun sangat membantu kami mencapai target. Selain juga masyarakat terbantu karena tidak perlu datang dan mengantri untuk bayar pajak,” imbuhnya.

Kendati sukses melampaui target untuk empat sektor pajak, namun Sugiartha membenarkan jika sektor Pajak Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) tidak dapat terpenuhi. Kondisi itu diprediksi karena masih ada rileksasi pembayaran pajak dari pemerintah kepada PLN sebagai pengguna dan penyumbang terbesar pada sektor pajak yang realiasasi tahun 2020 baru mencapai 82 persen.

Pun dengan sektor pajak lainnya, yang capaiannya belum maksimal terjadi akibat pandemi Covid-19. Seperti pajak hiburan, parkir, hotel, restoran, mineral bukan logam yang capaian realiasasinya di bawah 85 persen.

“Mudah-mudahan kunjungan wisata di tahun ini bisa dibuka setelah vaksinasi massal dilakukan, kami masih berharap dari sektor pajak hotel dan restoran,” pungkasnya. 

(bx/dik/rin/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news