Selasa, 11 May 2021
baliexpress
Home > Features
icon featured
Features

Melongok Bus Trans Metro Dewata yang Sudah Beroperasi Empat Bulan

Efek Pandemi, hingga Kini Masih Gratis

14 Januari 2021, 21: 40: 30 WIB | editor : Hakim Dwi Saputra

Bus Trans Metro Dewata

BUS CANGGIH: Bus Trans Metro Dewata koridor Dalung - Pantai Matahari Terbit tengah menaikkan penumpang. (CHAIRUL AMRI SIMABUR)

Share this      

Sejak pekan awal September 2020 lalu, Teman Bus resmi menjadi layanan transportasi umum yang menggantikan Trans Sarbagita di Bali. Teman Bus yang di Bali busnya bernama Trans Metro Dewata ini sudah beroperasi empat bulan lebih. Bagaimana sejauh ini?

CHAIRUL AMRI SIMABUR, Denpasar

SEJAK beroperasi sampai dengan Desember 2020 lalu, transportasi yang menerapkan program buy the service ini masih gratis. Karena masih tahap pengenalan ke masyarakat. Sepintas keberadaan Teman Bus di Bali dengan Trans Metro Dewata ini mendapatkan respons yang baik dari masyarakat pengguna. Meskipun jangkauan layanannya masih bersifat regional. Terbatas pada kawasan Sarbagita: Denpasar, Badung, Gianyar, dan Tabanan.

Baca juga: Tanah Longsor Timpa Halaman Rumah Warga Desa Gunung Salak

Nah, setelah memasuki paro awal Januari 2021, rupanya layanan Teman Bus masih gratisan. Penumpangnya belum dipungut bayaran. Padahal di awal, saat akan dioperasikan di Bali, rencananya layanan ini akan berbayar memasuki Januari 2021. “Ya (masih gratis). Belum ada pemberitahuan dari sana (Kementerian Perhubungan/Kemenhub),” kata Kepala Dinas Perhubungan Bali, Wayan Gde Samsi Gunarta, Rabu kemarin (13/1).

Menurutnya, memang di awal, rencananya layanan transportasi darat berupa bus dengan tampilan warna Tridatu itu mulai memungut bayaran pada awal tahun ini. Sesuai dengan konsepnya, buy the service atau beli layanan. “Tapi dari Jakarta (Kemenhub) kemarin ditunda,” sambungnya.

Meski demikian, untuk kepastian, pihaknya juga akan meminta informasi lebih lanjut ke Kemenhub. Karena tidak menutup kemungkinan, penundaan tersebut juga disesuaikan dengan situasi ekonomi di saat pandemi Covid-19 yang masih berlangsung sejauh ini. “Kami cek lagi. Apakah ini, kan situasinya masih pandemi begini, ya sehingga (ditunda). Masih dievaluasi. Mungkin dirasa belum memungkinkan,” ujar Samsi memperkirakan kemungkinan alasan penundaan tersebut.

Disinggung mengenai operasional Teman Bus yang disesuaikan dengan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PKM) di lima kabupaten/kota, Samsi menyebutkan tidak ada pengaruhnya. Sebab jam operasional Teman Bus sejauh ini memang sampai dengan 21.00. “Kan PKM itu lebih ke jam operasional atau (batas waktu kegiatan masyarakat) pukul 21.00. Dan memang Teman Bus jam operasionalnya segitu memang. Tidak ada perubahan,” pungkasnya.

Sesuai namanya, layanan transportasi ini ekonomis, mudah, andal dan nyaman. Dibekali fasilitas IoT atau Internet of Things. Macam CCTV, pembaca kartu nontunai, beberapa sensor alarm keamanan yang terkoneksi secara real time. Waktu headway atau durasi antarbus selagi beroperasi maksimal sepuluh. Sehingga penumpang tidak menunggu lama di halte dan berdesakan dalam bus.

Secara keseluruhan rute perkoridor Teman Bus antara lain: Koridor I dengan rute Terminal Pesiapan – Central Parkir Kuta Badung. Kemudian Koridor II dengan rute GOR Ngurah Rai – Bandara Ngurah Rai. Selanjutnya, Koridor III dengan rute Pantai Matahari Terbit – Dalung. Lalu Koridor IV dengan rute Terminal Ubung – Sentral Parkir Monkey Forest.

Teman Bus juga dilengkapi dengan aplikasi mobile untuk memudahkan penumpang mendapatkan informasi rute, titik halte dan jadwal keberangkatan bus. Selama pandemi ini, layanan bus juga mengedepankan 3-M. Kapasitas bus dibatasi 50 persen dengan kursi berjarak. Serta disediakan hand sanitizer.

(bx/hai/aim/JPR)

 TOP