Minggu, 07 Mar 2021
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali

Kemas Barang Dikawal Imigrasi, Gray Sempat 5 Bulan di Karangasem

20 Januari 2021, 20: 21: 00 WIB | editor : I Putu Suyatra

Kemas Barang Dikawal Imigrasi, Gray Sempat 5 Bulan di Karangasem

KEMAS BARANG: Kristen Antoinette Gray dan Saundra Michelle Alexander sebelum berangkat ke Jakarta dan terbang ke negaranya karena dideportasi dari Indonesia, Rabu (20/1). (AGUS EKA/BALI EXPRESS)

Share this      

AMLAPURA, BALI EXPRESS – Kristen Antoinette Gray dan Saundra Michelle Alexander, warga negara Amerika Serikat yang dideportasi dari Indonesia, terlihat buru-buru masuk mobil saat akan diberangkatkan menuju Bandara Ngurah Rai, Badung, kemarin (20/1). Tiga petugas imigrasi mengawal mereka mengemas barang-barang yang masih tertinggal di Palmterrace, tempat mereka menginap.

Sebenarnya, Gray dan Michelle berencana akan perpanjang izin masa tinggalnya di Bali, 24 Januari mendatang. Namun, kasus cuitannya di media sosial soal cara masuk Bali saat pandemi dan LGBT, memaksa mereka pulang lebih awal dengan cara dideportasi.

Kemarin, mereka berdua ditemani tim pengacara datang ke tempatnya menginap di Dusun Abang Kelod, Desa Abang, Kecamatan Abang, Karangasem, sekitar pukul 14.00. Mereka juga dikawal petugas imigrasi saat akan mengemas barang, hampir satu jam. Saat meninggalkan kamar, baik Gray dan Michelle tak mau diwawancara wartawan.

Keduanya buru-buru sambil menutup wajah. Gray lebih dulu masuk mobil. Sementara Michelle sendiri memasukkan koper sambil berpamitan dengan staf di penginapan. "Malam ini (kemarin), mereka akan dideportasi ke AS. Tapi karena dari Bali gak ada penerbangan langsung, mereka transit dulu ke Jakarta. Setelah itu langsung terbang ke LA (Los Angeles)," kata Sarah Vanesha, tim pengacara Gray.

Sarah menjelaskan, Gray dan Michelle ternyata sudah tinggal di Bali setahun. Tapi mereka baru ke Karangasem lima bulan terakhir dan tinggal di sebuah vila di Abang. Sarah menyebut, kliennya sedih dan kecewa karena harus pulang dideportasi.

Soal cuitan yang bikin heboh, kata Sarah, mereka berdalih hanya mencoba menceritakan pengalaman tinggal di Bali. "Klien hanya membagikan pengalaman tinggal di Bali. Bahkan dia (Gray) sudah ada di Bali sebelum pandemi. Saat mau balik ke negaranya tidak bisa," tutur Sarah, seraya menyebut secara administrasi izin tinggal tidak ada masalah.

Sarah membantah kliennya berusaha berkelit sehingga diburu pihak imigrasi. Saat dilakukan pemanggilan untuk diminta keterangan, Gray dan Michelle disebut datang memenuhi panggilan itu. Dia dicecar beberapa pertanyaan selama 8 jam, Selasa (19/1) kemarin.

"Klien kami tidak lakukan perlawanan. Dari awal kami tahu, tidak ada berkelit. Bahkan imigrasi telpon, klien kami respon. Datang tepat waktu jam 9," ucapnya. Di pihak lain, salah seorang staf vila yang enggan menyebut nama, mengakui Gray dan Michelle ramah. Namun mereka tertutup dan jarang beraktivitas di luar kamar. "Yang lain saya kurang tahu karena jarang keluar," ucap petugas tadi.

(bx/aka/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news