Minggu, 07 Mar 2021
baliexpress
Home > Bisnis
icon featured
Bisnis

Pasang Target Rp 800 M di 2021, BPKAD Gianyar Ngaku Optimis

20 Januari 2021, 20: 33: 40 WIB | editor : I Putu Suyatra

Pasang Target Rp 800 M di 2021, BPKAD Gianyar Ngaku Optimis

Kepala BPKAD Gianyar, Ngakan Jati Ambarsika. (DEWA RASTANA/BALI EXPRESS)

Share this      

GIANYAR, BALI EXPRESS - Tahun 2021, Pemerintah Kabupaten Gianyar memasang target pendapatan sebesar Rp 800 Miliar lebih. Meskipun masa pandemi Covid-19 belum berakhir, Badan Pendapatan Keuangan Aset Daerah (BPKAD) Gianyar optimis target tersebut bisa tercapai. 

Kepala BPKAD Gianyar, Ngakan Jati Ambarsika, menjelaskan bahwa target pendapatan di tahun 2020 lalu memang tidak tercapai. Dimana target pendapatan sebesar Rp 881 Miliar lebih lebih hanya terealisasi Rp 545 Miliar atau sekitar 61 persen. Hal itu terjadi lantaran terjadi pandemi Covid-19. Meskipun pihaknya telah berupaya optimal memaksimalkan capaian pendapatan. "Awalnya di induk APBD kita pasang Rp 1,2 Triliun, tapi karena pandemi target itu direvisi menjadi Rp 881 Miliar. Dan memang realisasinya hanya 61 persen. Sedangkan kalau normal (tidak ada pandemi) target kita selalu terlampaui," ujarnya saat ditemui Rabu (20/1).

Bercermin dari kondisi tersebut, maka di tahun 2021 ini pihaknya pun hanya memasang target Rp 800 Miliar lebih. Target tersebut dipandang rasional lantaran pihaknya melihat sejumlah potensi yang masih bisa digali, termasuk dari sektor pariwisata. Meskipun sektor pariwisata yang selama ini paling diandalkan justru anjlok gairahnya bersama potensi pendapatan sektor lainnya.  "Kalau pariwisata turun, semuanya akan berdampak, pendapatan reklame turun, semua turun, perputaran ekonomi di sektor lainnya juga ikut turun. Misalnya nilai tanah turun. Jadi PBB ikut turun," paparnya.

Di Gianyar sendiri ada 10 jenis pajak yang menjadi sumber pendapatan daerah yakni pajak hotel, pajak restoran, pajak hiburan, pajak reklame, pajak penerangan jalan, pajak parkir, pajak air tanah, pajak mineral bukan logam dan batuan, pajak bumi dan bangunan, dan pajak BPHTB. 

Kendatipun situasi pandemi Covid-19 tidak ada yang tahu kapan akan berakhir, namun pihaknya optimis realisasi target pendapatan tahun 2021 bisa tercapai atau bahkan melampaui. "Kita harus optimis, kalau pesimis bisa bangkrut daerah. Tapi konsekuensinya ya kita harus bekerja lebih keras dengan menyiapkan langkah-langkah strategis untuk mencapai target itu," tegasnya.

Adapun kiat-kiat atau strategi yang akan dilakukan oleh pihaknya untuk mengoptimalkan pendapatan khususnya dari sektor pariwisata diantaranya akan melakukan pengawasan dengan turun langsung ke objek pajak. "Misalnya hotel-hotel, meskipun tidak ada tamu asing tapi banyak juga tamu-tamunya itu orang lokal atau domestik. Nah itu kita minta datanya, nanti berapa jumlah tamu tinggal dikalikan 10 persen, itulah nanti pajak untuk daerah," pungkas Ambarsika.

(bx/ras/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news