Senin, 14 Jun 2021
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali

Kunjungi Medewi, Golkar Bali Serahkan Bantuan Sembako

25 Januari 2021, 07: 01: 44 WIB | editor : I Komang Gede Doktrinaya

Kunjungi Medewi, Golkar Bali Serahkan Bantuan Sembako

BANTUAN : Jajaran Partai Golkar Provinsi Bali memberikan bantuan kepada korban banjir bandang di Desa Medewi, Sabtu (23/1). (Gde Riantory/Bali Express)

Share this      

NEGARA, BALI EXPRESS - Jajaran Partai Golkar Provinsi Bali bersama pengurus DPD II Partai Golkar Kabupaten Jembrana, Sabtu (23/1) meninjau sekaligus melaksanakan bakti sosial di tiga lokasi korban banjir di Kecamatan Pekutatan. 

Pengurus tingkat kecamatan dan Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) serta Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG) juga ikut terlibat. Selain itu, mereka juga menyerahkan bantuan sembako kepada korban banjir.

Anggota DPRD Provinsi Bali asal Pekutatan, Made Suardana mengatakan, dari catatan Partai Golkar, banjir bandang sungai Yeh Satang di Desa Medewi, Kamis (14/1) lalu berdampak pada 30 warga di Desa Medewi. Dimana dua rumah warga rusak dan satu rumah warga hanyut.  Banjir juga berdampak kepada 20 warga Desa Pulukan serta 16 warga di Desa Pekutatan.

Baca juga: 48 Tahun PDIP, Aksi Sosial, Kompak Tanam Bibit Pohon

“Membantu warga tertimpa musibah bencana merupakan tugas kemanusiaan yang harus dilakukan. Terlebih pengurus Partai Golkar wajib melaksanakan karya nyata serta memberikan semangat atau motivasi sehingga warga mampu untuk bangkit kembali,” ujarnya.

Suardana menambahkan, selain memberikan bantuan sembako, kegiatan bakti sosial di Desa Medewi, Pulukan dan Pekutatan juga menyerahkan bantuan air mineral dan masker kepada korban banjir. Diharapkan bantuan ini bisa membantu meringankan beban hidup warga terdampak banjir.

“Kami sempat bertemu dengan sejumlah warga. Mereka ingin mendapatkan bantuan sembako dan air bersih. Warga juga ingin agar saluran pipa air minum dan akses jalan yang putus segera diperbaiki,” imbuh Suardana yang juga Ketua DPD II Golkar Jembrana.

Selanjutnya Suardana berharap agar konsep Tri Hita Karana bisa dilaksanakan dengan baik oleh pemerintah, terutama hubungan alam dengan manusia. "Di Bali mengenal Tri Hita Karana. Semua harus melaksanakannya dengan baik,” pungkasnya. 

(bx/tor/rin/JPR)

 TOP