Sabtu, 06 Mar 2021
baliexpress
Home > Bisnis
icon featured
Bisnis
BUMDES CORNER

Desa Sidan Buka Pasar Burung dan Gantangan Seharga Rp 75 Juta

25 Januari 2021, 20: 24: 25 WIB | editor : I Putu Suyatra

Desa Sidan Buka Pasar Burung dan Gantangan Seharga Rp 75 Juta

BARU: Pasar Burung dan Gantangan yang dibuka di Desa Sidan, Gianyar. (ISTIMEWA)

Share this      

GIANYAR, BALI EXPRESS - Burung memang memiliki penghobi yang tak pernah surut. Peluang itu pun dimanfaatkan oleh Desa Sidan, Gianyar, yang membangun Pasar Burung yang dilengkapi dengan gantangan.

Perbekel Desa Sidan, I Made Sukra Suyasa, mengatakan bahwa melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), Desa Sidan kini membuka Pasar Burung dan Gantangan. Dimana sebelumnya BUMDes Sidan hanya mengelola Toko Yadnya, Warung Desa, Pamdes dan Bank Sampah. "Tahun 2021 kita tetap melanjutkan kembali program Bank Sampah, bekerjasama dengan Griya Luhu dan Yayasan Sasmaya. Dimana program bank sampah sudah memasuki tahap sosialisasi dan program desa wisata sudah memasuki tahap penataan obyek yang akan dikunjungi," paparnya Senin (25/1).

Selain itu di tahun 2021 ini pihaknya juga membuka pasar burung. Menurutnya ide awal membuka pasar burung, karena di wilayah Bali Timur belum ada pasar burung apalagi yang dilengkapi dengan gantangan. Bahkan ide membangun pasar burung di Desa Sidan sudah mendapatkan dukungan dari penggemar burung dari Bali Timur. "Dengan dibukanya pasar burung ini kita ingin memberikan ruang lebih luas bagi penggemar burung di Bali Timur. Jadi meereka tidak mesti ke Denpasar," imbuhnya.

Lebih lanjut dijelaskan, pasar burung di Desa Sidan akan dibuka 14 Februari 2021 mendatang. Keberadaan pasar burung ini akan meniru Pasar Burung Satria. Nantinya gantangan akan digelar setiap hari. Sehingga penggemar burung dari berbagai daerah di Bali bisa datang ke Pasar Burung Desa Sidan. Nantinya Pasar Burung ini akan menyiapkan 12 kios dan 1 bangunan los berukuran 5 m x 12 m diatas tanah seluas 60 are.

Penggemar burung dari Klungkung, Bangli, Karangasem termasuk dari Badung dan Denpasar bisa datang ke Pasar Burung Desa Sidan,"

Adapun lahan yang digunakan adalah tanahnya milik banjar adat yang di kerjasamakan dengan desa kemudian dikelola oleh BUMDes. Pihaknya pun menganggarkan dana Rp 75 juta untuk menambah gantangan. "Sebelumnya los sudah ada, fasilitas lain selerti WC penerangan, kantor BUMDes, sekarang cuma kita anggarkan Rp 75 Juta untuk nambah gantangan saja," pungkasnya.

(bx/ras/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news