Kamis, 04 Mar 2021
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali

Tenggelam Saat Memancing di Labuhan Lalang, Nelayan Asal Goris Tewas

26 Januari 2021, 20: 47: 02 WIB | editor : I Putu Suyatra

Tenggelam Saat Memancing di Labuhan Lalang, Nelayan Asal Goris Tewas

EVAKUASI: Jenazah korban Gede Wayan Tastra saat dievakuasi di Puskesmas Gerokgak II, Selasa (26/1) sore. (ISTIMEWA)

Share this      

GEROKGAK, BALI EXPRESS - Sungguh malang nasib nelayan bernama Gede Wayan Tastra 37. Pria asal Banjar Dinas Goris, Desa Pejarakan, Kecamatan Gerokgak tewas tenggelam saat memancing ikan di kawasan laut Labuhan Lalang, Desa Sumberkelampok Kecamatan Gerokgak pada Selasa (26/1) sore sekira pukul 17.00 Wita. 

Informasi yang dihimpun dari kepolisian menyebutkan peristiwa naas ini bermula saat korban bersama rekannya  Putu Arimbawa memancing ikan di wilayah Labuhan Lalang. Saat memancing, keduanya memutuskan tidak menggunakan perahu, lantaran kondisi air laut tengah surut.

Saat keduanya asyik memancing, belakangan tiba-tiba air laut mengalami pasang. Mengetahui kondisi tersebut, keduanya pun berusaha menepi. Nah disaat hendak menepi,  Arimbawa melihat korban tidak bisa berenang ketepian.

Arimbawa pun berusaha menyelamatkan korban dengan cara menggendongnya. Namun karena dirinya juga hampir ikut tenggelam, maka tangan korban pun akhirnya dilepaskan.

“Saat itu, saksi (Arimbawa, Red) meminta bantuan kepada nelayan bernama Made Sarmayasa yang memancing di areal tersebut dengan membawa perahu,” ujar Kasubah Humas Polres Buleleng, Iptu Gede Sumarjaya.

Dikatakan Sumarjaya, saat berhasil dievakuasi menggunakan perahu nelayan, kondisi korban sudah lemas. Rekan korban pun berusaha memberikan pertolongan dengan menekan dadanya sampai keluar air.

“Sesampai di labuan lalang dibantu oleh nelayan lain membawa korban ke Puskesmas  Gerokgak 2 untuk mendapat pertolongan medis. Setelah mendapat pertolongan dengan cara pompa jantung oleh perawat dan dokter  korban tidak dapat ditolong dan dinyatakan sudah meninggal dunia oleh Dokter Puskesmas,” beber Sumarjaya.

Atas peristiwa itu, Sumarjaya pun meminta masyarakat pesisir yang hendak melakukan aktivitas memancing agar tetap waspada. Terlebih, kondisi cuaca ekstrim yang sulit diprediksi. “Kami himbau agar tetap waspada, agar peristiwa serupa tidak terulang kembali,” pungkasnya.

(bx/dik/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news