Minggu, 07 Mar 2021
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali

Tak Lolos Screening, Bupati dan Ketua Dewan Batal Divaksin

27 Januari 2021, 17: 53: 55 WIB | editor : I Komang Gede Doktrinaya

Tak Lolos Screening, Bupati dan Ketua Dewan Batal Divaksin

VAKSINASI : Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana didampingi Ketua DPRD Buleleng saat meninjau vaksinasi tahap pertama di RSUD Buleleng, Rabu (27/1) siang.  (Putu Mardika/Bali Express)

Share this      

SINGARAJA, BALI EXPRESS-Vaksinasi tahap pertama mulai dilakukan Rabu (27/1). Sejumlah perwakilan pejabat pun menjadi sasaran untuk divaksin oleh tim medis di RSUD Buleleng. Sayangnya, Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana dan Ketua DPRD Buleleng Gede Supriatna, tidak lolos screening karena tekanan darahnya masih tinggi, sehingga batal divaksin.

Sebelumya, sebanyak sepuluh perwakilan telah dijadwalkan untuk divaksin sebagai perwakilan. Namun, empat diantaranya, yakni Bupati Buleleng, Ketua DPRD Buleleng, Ketua PN Singaraja, dan Kelian Adat Buleleng batal divaksin, karena tidak lolos screening.

Sedangkan yang lolos screening adalah Kapolres Buleleng, Sekda, Kasdim, Ketua Komisi IV DPRD Buleleng, Ketua IDI Buleleng, dan Kasipidum Kejari Buleleng.

Bupati Suradnyana sejatinya sangat ingin divaksin. Hanya saja tensi darahanya masih tinggi. Namun, jika sudah normal, pihaknya pun segera akan divaksin.

“Paginya saya sudah ukur tensi (tekanan darah) saya masih 170. Kalau sudah normal saya pasti menerima vaksin. Dalam waktu dekat, jika dalam tiga hari sudah normal, hari itu juga saya divaksin,” kata Suradnyana.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Buleleng Gede Suyasa menjadi salah satu pejabat yang sudah menerima vaksin. Saat dimintai konfirmasi, Suyasa mengungkapkan tidak ada efek ikutan setelah disuntik vaksin. Observasi pun telah dilakukan  selama 30 menit setelah penyuntikan.

Hasilnya, Suyasa mengaku tidak merasakan efek apapun. “Saya hanya merasakan seperti dicubit saat penyuntikan. Setelah itu, tidak merasakan apa-apa. Ya saya berharap tidak ada Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI),” ungkapnya.

Suyasa yang juga Sekretaris Gugus Tugas Buleleng mengajak masyarakat untuk tidak ragu terhadap vaksin ini. “Mulainya serentak di seluruh fasilitas kesehatan yang ditunjuk. Dimulai dari jam delapan pagi. Khusus untuk pejabat ini dimulai jam sembilan pagi. Tidak memerlukan waktu lama. Penyuntikan hanya beberapa detik. Observasi yang memerlukan waktu 30 menit,” pungkas Suyasa.

Terpisah, pelaksanaan vaksinasi Covid-19 tahap pertama juga berlangsung di Rumah Sakit Tingkat IV TNI-AD Singaraja. Dalam kesempatan itu, Kakesdam IX/Udayana Kolonel Ckm dr. Made Mardika, Sp.PD, Mars, Finasim juga turun langsung meninjau pelayanan vaksinasi di Rumkit Tingkat IV TNI-AD Singaraja.

Awalnya sebanyak 48 orang yang sebagian besar adalah tenaga kesehatan (nakes) di Rumkit Tingkat IV Singaraja akan divaksin. Namun, yang lolos screening hanya 30 orang yang divaksin, termasuk salah satunya Kepala Rumah Sakit (Rumkit) Tingkat IV TNI-AD Singaraja, dr Komang Agus Wirawan Sp.B.

Kakesdam IX/Udayana Kolonel Ckm dr. Made Mardika mengatakan, vaksinasi yang berlangsung di Rumkit Tingkat IV TNI-AD Singaraja, dilakukan secara bertahap. Untuk di awal dilakukan terhadap 30 orang yang menerima vaksin. "Target seluruh nakes yang ada di rumah sakit ini divaksin," kata Kolonel Ckm dr. Mardika.

Kolonel Ckm dr. Mardika berharap, agar masyarakat tidak takut  divaksin. Pasalnya, setelah divaksin, ada observasi selama 30 menit untuk mengecek efek yang timbul setelah vaksinasi. "Semoga vaksin ini aman, dab bisa melakukan vaksinasi terhadap nakes agar berjalan dengan baik, termasuk TNI-Polri berjalan dengan baik," ujar Kolonel Ckm dr. Mardika.

Sementara Kepala Rumkit Tingkat IV TNI-AD Singaraja Letkol CKM dr. Komang Agus Wirawan Sp.B mengaku, setelah divaksin dirinya hanya merasakan nyeri pada lengan kiri tempat disuntikan vaksin. 

Ia mengajak, masyarakat untuk tidak takut divaksin. Sebab sebelum divaksin, terlebih dulu akan discreening untuk mengecek kelayakan sebagai penerima vaksin. "Mudah-mudahan tidak ada gejala lain. Suntik vaksin tidak berbahaya, jadi masyarakat tidak perlu takut untuk divaksin," pungkasnya.

(bx/dik/rin/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news