Kamis, 04 Mar 2021
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali

Berdalih Pindah Kos, Bawa Kabur Motor Teman

27 Januari 2021, 21: 55: 05 WIB | editor : I Putu Suyatra

Berdalih Pindah Kos, Bawa Kabur Motor Teman

DITANGKAP: Pelaku penipuan dan penggelapan motor, Nur Holis, usai disergap tim Unit Reskrim Polsek Kediri pada Rabu dini hari (27/1). (ISTIMEWA)

Share this      

TABANAN, BALI EXPRESS – Berdalih perlu kendaraan untuk pindah kos, Nur Holis, 21, membawa kabur motor milik rekannya sendiri. Buntutnya, pemuda asal Songgon, Banyuwangi, Jawa Timur itu berurusan dengan Polisi. Itupun setelah sekian lama tidak berkabar kepada korban.

Nu Holis ditangkap petugas Unit Reskrim Polsek Kediri pada Rabu dini hari (27/1). Dia ditangkap di seputaran Mengwi, Badung. Penangkapan itu dilakukan setelah petugas melakukan pengintaian beberapa hari setelah menerima laporan Supomo,50, yang menjadi korban dalam kasus ini.

Seperti dijelaskan Kapolsek Kediri, Kompol I Gusti Nyoman Wintara, kasus tersebut berawal saat pelaku meminjam motor Yamaha Jupiter Z DK 4924 GAJ milik korban yang sama-sama berasal dari Banyuwangi dan tinggal di Nyitdah. Pelaku meminjamnya pada Sabtu (16/1). “Pelaku beralasan mau pindah kos,” jelas Wintara.

Singkat cerita, keesokan harinya, pelaku berkirim pesan singkat kepada korban. Katanya, pelaku belum bisa mengembalikan motor yang dipinjamnya karena lagi hujan. Hari berikutnya, pelaku kembali mengaku belum bisa mengembalikan motor karena sedang mencari truk.

Tiga hari berselang atau Selasa (19/1), korban tidak bisa menghubungi pelaku. Lantaran curiga dan merasa ditipu, korban kemudian melaporkan pelaku ke Polisi.

Usai menerima laporan itu, petugas Polsek Kediri kemudian melakukan penyelidikan. Sampai berhasil menemukan posisi di mana pelaku biasanya tinggal di seputaran Mengwi. Dan kemarin pelaku kemudian penyergapan berikut barang bukti motor yang digelapkannya.

Penyergapan itu membuat pelaku tidak bisa mengelak. Dia mengakui perbuatannya dan kini menjalani proses penyidikan di Polsek Kediri. Pelaku diancam dengan Pasal 378 juncto Pasal 372 KUHP tentang penipuan dan penggelapan.

“Pelaku langsung ditahan untuk menjalani proses penyidikan. Kerugian korban sekitar Rp 6,2 juta,” tukas Wintara.

(bx/hai/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news