Kamis, 04 Mar 2021
baliexpress
Home > Sportainment
icon featured
Sportainment

Raih Emas dari Catur Jalanan, Ini Kisah mereka di Sudut Jalan Kaliasem

29 Januari 2021, 22: 09: 15 WIB | editor : I Putu Suyatra

Raih Emas dari Catur Jalanan, Ini Kisah mereka di Sudut Jalan Kaliasem

CATUR: Permainan catur antara Bambang dan Kasta di pinggir Jalan Kaliasem, Denpasar Kamis (28/1). (PUTU RESA KERTAWEDANGGA/BALI EXPRESS)

Share this      

Siapa sangka seorang penjual kopi di pinggir Jalan Kaliasem adalah sosok yang sukses peraih medali emas pada kejuaraan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov).

 

PUTU RESA KERTAWEDANGGA, Denpasar

SAAT melintasi Jalan Kaliasem akan terlihat papan dan bidak catur berjejer. Para pemain catur didominasi pria kisaran 40 tahun ke atas. Ada sesuatu yang menarik perhatian adalah seorang penjual kopi yang menjajakan dagangannya.

Dia adalah Supali yang akrab dikenal Kasta. Kasta merupakan seorang yang ramah dan selalu tersenyum terlihat dari balik maskernya saat bertemu dengan orang lain.

Ditemui di lokasi Kasta menawarkan dagangannya dengan ramah. “Mau kopi pak?” begitu Kasta mengawali pembicaraan.

Kasta merupakan pemuda asal Mojokerto, Jatim yang sudah tinggal di Bali selama 20 tahun. Kasta menceritakan dirinya sudah berjualan sejak tahun 2006. Dirinya berjualan berpindah-pindah. “Saya jualan awalnya memang di Jalan Kaliasem tapi sempat pindah ke Lapangan Puputan kemudian balik lagi ke Jalan Kaliasem,” ucap Kasta.

Berjualan secara berpindah-pindah dengan alasan mengikuti para pemain catur yang menjadi langganannya.

Selain berjualan Kasta memiliki hobi yang sama dengan pelanggannya. Kasta sudah bermain catur sejak duduk di bangku sekolah. Sampai saat pindah ke Bali dirinya masih aktif bermain catur.

Kecintaannya terhadap catur ternyata membuat dirinya sebagai atlet catur. Mengawali karirnya Kasta mewakili Kota Denpasar dalam kejuaraan Pekan Olahraga Daerah (Porda) tahun 2009. Dalam kejuaraan bergengsi tersebut Kasta harus menerima dirinya dikalahkan. “Saya saat itu belum beruntung tapi saya tidak menyerah,” ucap pemuda 40 tahun ini.

Kasta pun kembali berjualan dan terus berlatih. Di samping kesibukannya berjualan Kasta juga ikut tergabung dengan Komunitas Catur Jalanan. Komunitas inilah yang sampai saat ini menjadi konsumen langganan Kasta.

“Sambil berjualan saya juga latihan dengan komunitas. Saya juga selalu mencari lawan untuk meninggkatkan kemampuan saya,” ucap Kasta.

Barulah di tahun 2011 saat Kasta mewakili Kota Denpasar dalam kejuaraan Porprov dirinya mampu meraih 2 medali sekaligus. “Waktu itu menang dapat emas di catur klasik dan perak di catur cepat,” tambahnya.

Tidak berhenti di situ pria yang belum lama menikah itu juga mewakili Kabupaten Badung dalam kejuaraan yang sama. Dari tahun 2015 Sampai 2019 Kasta mampu mengharumkan nama Kabupaten Badung. Kasta meraih dua emas dari cabang catur klasik dan catur cepat. Hingga berjalan tahun 2019 masih tetap meraih emas.

Lawan main Kasta yang sebanding saat ini adalah Bambang. Seorang pria paro baya yang juga merupakan atlet catur Kota Denpsar sebelum dirinya pensiun. Bambang mengatakan Kasta satu-satunya lawan yang sebanding. “Saya main sama dia untuk latihan, walaupun sudah pensiun tapi tetap main karena hobi,” ucap Bambang.

“Di sini bermain catur kalau sudah bisa mengalahkan Kasta berarti sudah jangan diragukan lagi kemampuannya. Sudah tidak ada lawan lagi,” ucap pria yang tinggal di daerah Kerobokan ini.

“Kasta ini pemain Master Badung tapi sayangnya belum pernah mewakili Bali di Pekan Olahraga Nasional (PON). Sehingga kurang dipandang oleh daerah,” tambahnya.

(bx/art/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news