Selasa, 20 Apr 2021
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali

6 Pura di Catur Angga Batukau Jadi Situs Cagar Budaya

11 Februari 2021, 00: 27: 09 WIB | editor : I Komang Gede Doktrinaya

6 Pura di Catur Angga Batukau Jadi Situs Cagar Budaya

PURA : Kepala Disbud Tabanan I GN Supanji menyerahkan SK Bupati Tabanan penetapan enam pura di kawasan Catur Angga Batukau, Kecamatan Penebel, Rabu (10/2).   (Chaerul Amri/Bali Express)

Share this      

TABANAN, BALI EXPRESS – Enam pura di kawasan Catur Angga Batukau, Kecamatan Penebel, resmi ditetapkan sebagai situs cagar budaya oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabanan.

Keenam pura tersebut adalah Pura Luhur Batukau, Pura Luhur Tamba Waras, Pura Luhur Mucak Sari, Pura Luhur Besi Kalung, Pura Luhur Petali, dan Pura Luhur Sekartaji.

Penetapan keenam pura tersebut sebagai situs cagar budaya dikuatkan dengan Surat Keputusan atau SK Bupati Tabanan yang diserahkan Rabu (10/2).

Baca juga: SK Mendagri Belum Terbit, Agenda Pelantikan Tetap Sesuai Jadwal

Kepala Dinas Kebudayaan (Disbud) Tabanan I GN Supanji, yang menyerahkan SK tersebut menyebutkan, penetapan keenam pura itu sebagai situs cagar budaya merupakan bagian dari upaya pelestarian dan perlindungan terhadap sejumlah pura di Tabanan.

Terutama sekali yang memiliki sisi kepurbakalaan dan historis, arsitektur dan struktur bangunan, serta aspek religius yang diwariskan para leluhur dan masih berlaku, diikuti, serta dilaksanakan sampai sekarang oleh masyarakat setempat.

“Maka kami perlu lestarikan agar dikelola secara tepat. Baik dalam upaya perlindungan, pengembangan, dan pemanfaatannya dalam upaya memajukan kebudayaan nasional,” kata Supanji di sela penyerahan SK yang berlangsung di Kantor Bupati Tabanan.

Dikatakannya, penetapan keenam pura tersebut sebagai situs cagar budaya telah melalui kajian, penelitian, serta identifikasi oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Provinsi Bali.

Selain itu, timnya di Disbud juga sudah menginvetarisasi sejumlah pura, bangunan suci lainnya, bahkan puri yang berpotensi memenuhi kriteria sebagai situs cagar budaya di sepuluh kecamatan yang ada di Tabanan. Setidaknya ada 365 pura yang berpotensi sebagai situs cagar budaya.

Berdasarkan data yang sudah diselaraskan antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi, dan Pemkab Tabanan, sampai sejauh ini baru ada 115 tempat yang berpotensi sebagai situs cagar budaya yang telah terverifikasi secara nasional.

Dia menambahkan, proses pengusulan situas cagar budaya dilaksanakan secara bertahap. Di 2020 lalu, ada enam pura yang diusulkan yang kemarin telah ditetapkan dan SK-nya terbit.

“Sementara di tahun ini, 2021, sekitar empat pura di Tabanan yang kami usulkan. Salah satunya Pura Luhur Tanah Lot,” ungkapnya.

Secara terpisah, Kepala Bidang Kebudayaan dan Tradisi Disbud Tabanan, Anak Agung Sagung Mas Anggraeni menambahkan, sejumlah kriteria penetapan situs atau benda sebagai cagar budaya diantaranya dari sisi historis dan usia situs atau benda itu sendiri.

“Kriteria lainnya dari sisi usia. Pura yang ditetapkan sebagai situs cagar budaya rata-rata dengan usia di atas 50 tahun. Bahkan bisa usainya mencapai ratusan tahun,” imbuhnya.

Dia menambahkan, sejatinya proses pengusulan keenam pura di kawasan Catur Angga Batukau sudah berlangsung sejak setahun lalu. Namun karena situasi pandemi, Pemkab Tabanan saat itu berkonsentrasi pada upaya penanganan Covid-19.

Selain perlindungan dan pelestarian, apa manfaat dari penetapan situs cagar budaya tersebut? Menurutnya, keberadaan situs cagar budaya tersebut bisa dipakai obyek wisata yang bersifat pendidikan.

 "Bila ada kerusakan dapat dilakukan restorasi atau pemugaran kembali. Ini akan dilaksanakan tim dari BPCB. Mereka sebagai Tim Pemugaran,” jelasnya. 

(bx/hai/rin/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news