Selasa, 02 Mar 2021
baliexpress
Home > Balinese
icon featured
Balinese

Pamedek Pura Taman Dilarang Gunakan Sarana Berwarna Merah

19 Februari 2021, 10: 53: 57 WIB | editor : I Komang Gede Doktrinaya

Pamedek Pura Taman Dilarang Gunakan Sarana Berwarna Merah

UNIK : Di Pura Taman tak ada palinggih seperti pura pada umumnya. Yang ada hanyalah bebatuan (bebaturan). (Dian Suryantini/Bali Express)

Share this      

BULELENG, BALI EXPRESS-Selain dikenal pingit dan memiliki aura magis yang begitu kental. Pura Taman di Desa Bila, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng, memiliki banyak keunikan.

Pura Taman yang berada di kawasan hutan ini, sejatinya tidak ada palinggihnya. Bangunan wantilan pun tidak ada. Kemudian lantainya masih berupa tanah. 

“Tidak ada tempat peristirahatan atau bangunan sakepat di tempat itu. Semuanya bebaturan. Karena desa kami desa tua, jadi istilahnya dahulu adalah bebaturan. Tidak boleh ada palinggih atau yang lainnya. Jadi kami ikuti drestanya. Kami biarkan seperti itu,” papar Ketut Artawa, mantan perbekel Desa Bila periode 2003.

Selain itu, juga terdapat larangan bagi pamedek atau umat yang datang yang harus dipatuhi. Misalnya tidak boleh menggunakan sarana persembahyangan berwarna merah. Di samping itu, pada persembahan yang menggunakan beras, harus menggunakan biji beras yang utuh. Tidak boleh patah. 

Dan, menariknya lagi, saat mempersiapkan upakaranya dilakukan pada malam hari. Alasannya agar tak ada yang mengganggu dan tidak dihinggapi serangga yang membuat sarana persembahyangan ternoda.

 “Kalau mau nangkil tidak boleh menggunakan hal-hal berwarna merah. Tidak saja pakaian, tapi juga buah dan bunganya hingga jajannya. Kedua, saat mempersiapkan upacara itu dilakukan pada malam hari supaya tidak dihinggapi lalat. Selain itu, persembahan yang menggunakan beras harus utuh. Tidak boleh ada beras yang cacat,” jelasnya.

Artawa melanjutkan, Pura Taman ini juga dikenal sangat pingit atau angker. Banyak hal-hal aneh yang terjadi di sekitar pura. Ia mencontohkan dahulu ada seseorang yang terluka di areal pura. Namun saat berada di sekitar pura, luka itu sama sekali tidak mengeluarkan darah. Padahal, lukanya cukup parah. Anehnya, setelah keluar dari wilayah pura, darah dari luka itu pun mengucur deras. Hal itu sudah pernah terjadi. 

“Pura Taman ini dikenal pingit memang. Kalau datang kesana aura magisnya sangat kuat. Jika ada yang cuntaka datang ke tempat itu mereka akan mengalami malapetaka. Sering terjadi itu. Contohnya baru mau berangkat kesana sudah jatuh. Ada juga pas jalan kesana langsung keseleo sampai tidak bisa jalan. Termasuk juga banyak hal gaib yang terjadi disana,” tegasnya. 

(bx/dhi/rin/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news