Kamis, 04 Mar 2021
baliexpress
Home > Features
icon featured
Features

Kembangkan Varian Unik; Ada Tempe Keju, Wijen Hitam hingga Labu

19 Februari 2021, 20: 29: 00 WIB | editor : I Putu Suyatra

Kembangkan Varian Unik; Ada Tempe Keju, Wijen Hitam hingga Labu

TEMPE UNIK: Benny Santoso memperlihatkan produk hasil olahan tempe milkinya, Kamis (18/2). (AGUNG BAYU/BALI EXPRESS)

Share this      

BADUNG, BALI EXPRESS – Tempe merupakan salah satu makanan yang tidak asing lagi bagi masyarakat Indonesia. Tempe dikenal dengan makanan yang sehat dan murah, tetapi dalam penyajiannya olahan tempe sangatlah monoton.

Kebanyakan masyarakat mengolah tempe sebagai tempe goreng, tempe bacem, atau tempe opor. Berbeda dengan seorang pemuda kelahiran Solo yang saat ini memiliki usaha Innovative New Idea (INI) tempe yang mampu menyajikan tempe dengan varian yang unik.

Pemilik usaha INI Tempe Benny Santoso mengungkapkan, awal dari ide pembuatan tempe dengan varian menarik karena melihat perkembangan makanan khas Indonesia yang cenderung monoton. Benny berkeinginan untuk meciptakan produk olahan makanan dari makanan khas Indonesia menjadi lebih menarik. Bermula dengan mengerjakan tugas akhir kuliahnya, Benny berhasil memilki usaha yang unik dan berbeda.

“Awal mula saya mengembangkan bisnis ini saat saya masih duduk di bangku kuliah. Waktu itu tugas akhir saya memperkenalkan produk tempe keju,” ucap Benny saat ditemui Kamis (18/2).

Saat ini  Bisnis INI Tempe milik Benny sudah memproduksi produk tempe dengan lima varian, diantaranya tempe keju, tempe spirinula, tempe  wijen hitam, tempe biji labu, dan tidak ketiggalan tempe original tetap diproduksi. Harga yang ditawarkan dari lima varian tempe ini dari Rp 1500 hingga Rp 7 ribu. Pemasaran pertama produk INI Tempe menyasar para tentangga Benny. Dari sana pemasaran mulai berkembang ke hampir seluruh Kabupaten/Kota di Bali. “Setelah Banyak peminatnya saya mencoba membuat varian baru hingga terciptalah lima varian tersebut,” ujar Benny.

Tidak berhenti dengan lima varian tersebut, pria lulusan Jurusan Culinary Management STP Nusa Dua, mengembangkan varian kue kering, kripik dan protreni ball yang bahan dasarnya dari. “Untuk kue kering kami punya empat varian, ada, jahe, mete, salt coklat, dan kelapa. Dan untuk kripik, kami ada dua varian, ada original dan black paper. Selain itu kami juga mengembangkan produk baru, yaitu protein ball yang dibuat dari tepung tempe, kurma dan cranberry,” kata Benny.

Semangat dan kerja keras Benny membuat produk miliknya  dibanjiri pesanan oleh customer. Benny ingin mengiformasikan kepada masyarakat bahwa produk olahan tempe tidak kalah saing dengan produk lainnya. “Kalau di Jepang terkenal dengan sushi dan ramen, di Italia ada pizza. Dari sanalah saya berusaha agar tidk kalah saing. Sehingga kami memfokuskan untuk mengolah makanan lokal dengan dengan varian yang seinovatif mungkin dan harus mampu menghasilkan produk dengan daya saing tinggi,” ungkap Benny.

Sejak berdirinya INI Tempe kurang lebih sudah bekerja sama dengan puluhan toko retail baik dari Bali atau luar Bali. Namun karena pandemi Covid-19 sempat membuat omzet INI tempe menurun 30 sampai 40 persen. Benny mencoba memasarkan produk tempe miliknya melalui e-commerce hingga media sosial. ”Yang terpenting dalam membangun bisnis adalah harus semangat, memiliki hasrat yang tinggi dan kalau jatuh harus bangkit lagi. Satu lagi dalam memulai bisnis harus atraktif dan mengikuti perkembangan pasar,” imbuhnya. (esa)

(bx/bay/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news