Kamis, 04 Mar 2021
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali

464 Prajurit Kodam IX/Udayana Telah Lakukan Donor Konvalesen

21 Februari 2021, 18: 58: 58 WIB | editor : I Putu Suyatra

464 Prajurit Kodam IX/Udayana Telah Lakukan Donor Konvalesen

DONOR DARAH: Anggota Kodam IX/Udayana melakukan aksi donor darah. (ISTIMEWA)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS – Sebanyak 464 prajurit Kodam IX/Udayana tercatat telah mendonorkan plasma darah konvalesen. Hal ini sebagai langkah kontribusi bersama dalam pemenuhan plasma darah konvalesen sebagai salah satu terapi dalam membantu penyembuhan pasien Covid-19.

“Dari kami yang sudah mendonor sebanyak 464 anggota. Kami yang sudah itu sampai NTT sekitar 800 lebih. Di Udayana saja sudah 464,” ujar Panglima Kodam (Pangdam) IX/Udayana, Mayor Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, saat menghadiri donor plasma konvalesen di Universitas Udayana (Unud), Minggu (21/2) kemarin.

Dia menambahkan, pihaknya mengajak prajurit penyintas Covid-19 di Kodam IX/Udayana untuk melakukan donor plasma konvalesen. Namun dirinya tidak mewajibkan karena hal tersebut termasuk bagian dari hak asasi manusia (HAM). “Kami di tentara lebih mudah untuk mengajaknya. Kami bersedia berkorban jiwa dan raga, memberi darah saja tidak mau, kan begitu. Terbukti sekarang sudah ada 464 orang yang donor dari kami,” katanya.

Sementara itu, pihaknya mengajak berbagai institusi agar bersedia menyediakan tempat isolasi bagi pasien Covid-19. Hal ini seiring dengan adanya kebijakan yang menghentikan sementara isolasi bagi orang tanpa gejala - gejala ringan (OTG-GR) dan tenaga kesehatan (nakes) yang positif Covid-19. “Misalnya seluruh institusi kalau ada fasilitas, bisa digunakan untuk isolasi. Kalau kebetulan kami ada, ada yang tidak punya, kenapa tidak kita satukan. Kebetulan kami di TNI punya mess, nanti mess ini akan kami gunakan. Nanti yang lain bagaimana, akan kami diskusikan bersama,” jelasnya.

Hingga saat ini, mess yang disediakan sebagai tempat isolasi di Kodam IX/Udayana memiliki 30 lebih kamar. Pihaknya berencana, setelah ini, akan melakukan pengecekan mess di berbagai kodim. Sehingga bisa menambah ruang isolasi bagi masyarakat yang terjangkit Covid-19.

Di sisi lain, Maruli juga menekankan pentingnya peran Intesif Care Unit (ICU) di berbagai rumah sakit dalam menangani pasien Covid-19 yang bergejala berat. Dia mengatakan, ICU juga tidak bisa menangani dengan baik apabila pasien Covid-19 yang diterima sudah sangat parah. Karenanya, Maruli meminta pengertian masyarakat untuk semakin memahami keberadaan penyakit tersebut.

“Kembali kepada pengertian masyarakat, bahwa dia komorbid (maka) dia harus segera cek. Ini berujungnya individu harus mengerti semua. Kalau nanti rumah sakit menyiapkan dengan sebaik-baiknya, pemerintah sebaik-baiknya, kalau orang tidak mengerti ya tetap saja susah,” kata dia. (ika)

(bx/aim/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news