Kamis, 04 Mar 2021
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali

PPKM Mikro Dilanjutkan hingga 8 Maret, Satgas Kota Sebut Efektif

21 Februari 2021, 19: 13: 01 WIB | editor : I Putu Suyatra

PPKM Mikro Dilanjutkan hingga 8 Maret, Satgas Kota Sebut Efektif

CUKUP EFEKTIF: Pengawasan kegiatan masyarakat serta protokol kesehatan yang digelar oleh Satgas Desa maupun Kelurahan di Kota Denpasar selama PPKM Mikro beberapa waktu lalu. (DOK. BALI EXPRESS)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS - Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis desa/kelurahan atau mikro tahap I segera berakhir. Dan yang terbaru kini, Mendagri kembali mengeluarkan instruksi Nomor 4 Tahun 2021 yang intinya melakukan perpanjangan PPKM Mikro mulai 23 Februari hingga 8 Maret atau selama 2 minggu ke depan di Pulau Jawa dan Bali. Terkait hal ini, Pemkot Denpasar tetap menindaklanjuti sesuai dengan instruksi tersebut.

Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, Dewa Gede Rai saat dikontak Minggu (21/2) menjelaskan, isi dari instruksi soal perpanjangan PPKM Mikro kali ini masih sama dengan instruksi sebelumnya, tidak ada yang berubah. 

"Tapi yang kami tekankan adalah PPKM Mikro sudah cukup efektif untuk menekan penyebaran Covid-19 di wilayah Kota Denpasar," ungkap Dewa Rai. 

Hal itu dibuktikan dengan laporan harian yang dikeluarkan Satgas Covid-19 Kota Denpasar terkait jumlah kasus positif Covid-19 dengan kasus pasien sembuh. Dimana, selama PPKM Mikro, tidak ada lonjakan kasus positif yang masif. 

"Sebelum PPKM Mikro ini kan kita tahu semua Kota Denpasar mengalami lonjakan kasus baru sangat banyak per harinya. Bahkan mencapai ratusan, sedangkan kasus sembuhnya sedikit. Tapi akhir-akhir ini, tren kasus pasien sembuh yang melonjak. Maka dari itu, PPKM Mikro ini sudah cukup efektif," paparnya panjang lebar. 

Dampak positif dalam artian yang sebenarnya, tentu saja berpengaruh dengan penurunan peta zona resiko. "Tentu otomatis zona nya mengikuti dan pastinya berubah. Misalnya dulu ada wilayah dengan zona merah, dengan banyaknya pasien sembuh, tentu zona nya menjadi berubah, bisa oranye, kuning atau bahkan hijau," terang Dewa Rai yang juga Kabag Humas dan Protokol Setda Kota Denpasar ini. 

Meski begitu, pihaknya tetap mengimbau kepada masyarakat agar tetap melaksanakan protokol kesehatan dan jangan lengah terhadap sekitar. Satgas Kota serta Satgas Desa/Kelurahan tak henti-hentinya mengedukasi masyarakat untuk menjaga pola hidup sehat serta mentaati protokol kesehatan dalam masa pandemi ini. 

"Selain pengawasan di wilayah desa maupun kelurahan, Satgas Covid-19 Kota Denpasar tetap rutin melakukan sidak prokes yang melibatkan tim yustisi," imbuhnya. 

Seperti halnya kini, setiap sidak prokes yang dilakukan tim Yustisi, ketika didapat pelanggar, maka langsung dilakukan Rapid Antigen di tempat. Tujuannya untuk mengambil tindakan langsung agar penyebaran Covid-19 tidak semakin meluas, dan yang bersangkutan bisa diisolasi.

(bx/dip/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news