Minggu, 07 Mar 2021
baliexpress
Home > Bisnis
icon featured
Bisnis

Pelaku Pariwisata Harapkan Ada Kepastian Border Internasional Dibuka

21 Februari 2021, 19: 26: 26 WIB | editor : I Putu Suyatra

Pelaku Pariwisata Harapkan Ada Kepastian Border Internasional Dibuka

ILUSTRASI (ISTIMEWA)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS - Meskipun pelaksanaan Free Covid-19 Corridor (FCC) di Bali ditunda, namun pelaku patiwisata Bali beharapkan ada kepastian akan segeranya dibuka keran pariwisata mancanegara yang menjadi sumber hidupnya industri pariwisata Bali.

Salah seorang pengelola resort di Bali Wayan Parka, Minggu (21/2) berharap penerbangan internasional segera dibuka, meskipun kebijakan FCC untuk di Bali ditunda. "Meskipun penerapan kebijakan FCC ditunda, namjn kami berharap pemerintah bisa memberikan kebijakan lain, salah satunya adalah kepastian kapan border internasional akan di buka," harapnya.

Karena dengan adany keoastian kapan border internasional akan dibuka kembali, Parka mengaku akan bisa membuat pelaku industri pariwosata menentukan strategi pemasaran produk yang akan dilakukannya. Mengingat saat ini industri pariwisata domestik.maaih mati suri.

Hal senada juga diungkapkan oleh Pengelola Resort lainnya, I Wayan Sumandia. Dia mengatakan, dibukanya border internasional menjadi satu-satunya harapan pariwisata Bali. “Seandainya hal ini terjadi terus dalam 2 atau 3 bulan kedepan, saya yakin akan banyak lagi hotel hotel yang akan tutup karena kami sudah tidak memiliki cadangan apa-apa untuk bisa tetap bertahan membiayai operasional," terangnya.

Pihaknya mengaku sudah melakukan semua kiat dan cara untuk melakukan promosi agar tetap bisa bertahan dan memberikan penghasilan sedikit untuk karyawan. Mulai dari menurunkan harga kamar  70 persen – 75 persen dari harga normal, membuat paket murah mulai dari paket staycation, paket berenang, paket spa dan banyak lagi. 

Namun karena sasaran paket tersebut hanya wisatawan lokal dari Bali maka permintaan tidaklah sama seperti wisatawan mancangera. Disisi lain situasi perekonomian terutama di Bali juga sangat terpuruk, sehingga promosi yang dilakukannya pun tidak memiliki hasil yang maksimal.

(bx/gek/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news