Kamis, 04 Mar 2021
baliexpress
Home > Bisnis
icon featured
Bisnis

Kredit Pembelian Kendaraan Tanpa Uang Muka Berlaku Mulai Maret

22 Februari 2021, 06: 54: 29 WIB | editor : I Komang Gede Doktrinaya

Kredit Pembelian Kendaraan Tanpa Uang Muka Berlaku Mulai Maret

DONGKRAK : Kebijakan uang muka  0 persen bagi pembelian mobil dan motor, diharapkan mampu mendongkrak penjualan mobil dan motor yang anjlok setahun terakhitr ini akibat pandemi Covid-19. (istimewa)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRES- Bank Indonesia (BI) resmi melonggarkan ketentuan uang muka kredit alias down payment (DP) menjadi paling sedikit 0 persen (tanpa uang muka) untuk pembelian sepeda motor dan mobil baru.

Ketentuan yang berlaku mulai bulan Maret hingga 31 Desember 2021 ini, mendapat tanggapan positif dari pelaku usaha otomotif di Bali, khususnya dealer.

Kepala Cabang Auto2000 Dennpasa, Suprayogi, mengatakan, kebijakan DP 0 persen ini akan membawa keuntungan bagi pelaku industri otomotif, khususnya dealer yang menjual mobil baru. 

"Kebijakan ini akan meningkatkan animo masyarakat untik membeli kendaraan di tengah melesunya penjualan otomotif akibat pandemi Covid-19," jelasnya, akhir pekan kemarin.

Dengan diberlakukannya ketentuan DP 0 persen ini, akan berpotensi meningkatkan penjualan hingga 35 persen untuk seluruh segmen kendaraan. Sedangkan peningkatan tertinggi terjadi pada segmen LCGC yang diprediksi meningkat hingga 50 persen.

Peningkatan tertinggi terjadi pada segmen LCGC ini, diakui Yogi tidak terlepas dari tren kepemilikan kendaraan di masyarakat saat ini. "Sebelum pandemi, tren penjualan kendaraan di Bali khusus Toyota memang didominasi oleh segmen LCGC, sehingga dengan adanya kebijakan ini, segmen inilah yang kami prediksi akan meningkat karena minat masyarakat untuk jenis kendaraan ini sangat besar," paparnya.

Terkait dengan kebijakan tersebut, Andreas Rizky, Kepala Cabang Hyundai Motor Indonesia Cabang Denpasar, juga mengatakan hal yang sama. "Kebijakan ini selain menguntungkan dealer mobil untuk penjualan kendaraan baru,  juga berpotensi meningkatkan market share penjualan produk otomotif," ungkapnya.

Seperti yang diungkapkan Andreas, selama tahun 2020, total penjualan mobil secara nasional hanya tercapai 45 persen atau sebesar 530 ribu unit dari target yang ditetapkan Gaikindo sebanyak 1,1 juta unit di tahun 2020.

Dengan adanya kebijakan ini, maka diharapkan penjualan produk otomotif di tahun 2021 bisa meningkat sebesar 60 persen dari angka penjualan di tahun 2020 lalu. "Kami berharap kebijakan ini mampu mendongkrak penjualan produk otomotif sehingga penjualan di tahun 2021 bisa naik ke angka 750 unit," ungkapnya. 

(bx/gek/rin/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news