Kamis, 04 Mar 2021
baliexpress
Home > Balinese
icon featured
Balinese

Asal Tanam, Banyak Ibu Tak Tahu Manfaatnya untuk Kesehatan

22 Februari 2021, 17: 01: 03 WIB | editor : I Komang Gede Doktrinaya

Asal Tanam, Banyak Ibu Tak Tahu Manfaatnya untuk Kesehatan

JERAWAT :  Dayu Rusmarini sarankan atasi jerawat manfaatkan daun Intaran. (Putu Agus Adegrantika/Bali Express)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS - Ibu-ibu masih banyak yang asal tanam tanaman, namun tidak mengetahui kegunaannya. Padahal, banyak tanaman yang mudah ditanam dan bisa dijadikan ramuan alami untuk obat atau mengatasi masalah kondisi tubuh.

Untuk mengatasi jerawat misalnya, bisa memanfaatkan tanamam alami sebagai penawar, agar wajah kembali kinclong. 

"Penggunaan bahan alami untuk mengatasi jerawat harus dilakukan secara konsisten agar  mendapatkan hasil yang memuaskan dan dilakukan secara luar dan dalam," ungkap penggagas dan praktisi tanaman obat Puri Damai, Kecamatan Ubud, Gianyar, Ida Ayu Rusmarini saat ditemui di Taman Budaya (Art Centre) Denpasar, Senin (22/2).

Ia menjelaskan, sampai saat ini ibu-ibu hanya baru mengetahui sebatas menanam, namun memanfaatkan tanaman dan kepentingannya belum diketahui. 

"Sekarang kan sebatas menanam, memanfaatkan tanaman dan kegunaan tanaman itu untuk apa kan belum diketahui. Serta nutrisinya apa, juga kandungannya. Selaku praktisi pengobatan tradisonal, hal itu yang harus kita sampaikan," jelasnya. 

Terlebih di masa pandemi berupaya agar pangan tidak hanya dikonsumsi saja, tapi manfaatnya juga harus tahu. Seperti pandemi Covid-19 sekarang, lanjutnya, banyak yang stres, susah tidur, susah ke belakang atau buang air besar. 

Jadi, diharapkan agar menanam tanaman yang bisa sebagai obatnya. " Seperti susah tidur mau memanfaatkan apa yang ada, salah satunya sayur kangkung bisa ditanam dan dikonsumsi. Untuk meningkatkan imunitas bisa menggunakan kunyit kencur dan sebagainya," sambung Dayu Rusmarini. 

Sementara terkait mengatasi jerawat, ia menyarankan memanfaatkan beberapa tanaman yang ada.  "Penyebab jerawat itu, ada dari alergi, namun banyak juga menggunakan masker dari daun  untuk antisipasi. Seperti daun Sambiloto dan daun Intaran," urainya.

Daun Sambiloto dan daun Intaran, salah satunya bisa diseduh. Cukup tiga lembar diseduh, dan dituangkan dalam gelas, lalu diminum. "Untuk obat luar kan bisa saja dijadikan masker, isi beras diulek. Digunakan pada malam hari, oleskan pada jerawat  di muka, jerawat akan hilang dalam tiga hari," tandasnya. 

Ditambahkannya, ramuan itu dapat digunakan sehari-hari, dengan diimbangi banyak makan sayur yang banyak nutrisi. Selain itu, agar menghindari makanan yang menyebabkan alergi.

"Efek samping tidak ada. Efek samping dari obat tradisional kalau ada, kemungkinannya kecil.  Untuk campurannya juga bisa dibaca dalam jurnal sudah banyak ada, pengusadha sudah banyak, buku juga dan di internet," paparnya. 

Sementara praktisi herbal usadha Taru Pramana, I Nyoman Sridana menambahkan, filosofi di ramuan usadha yang dilihat secara umum resep ganjil yang lengkapi, untuk mohon kepada penguasa alam, yaitu Tuhan.  

Sebab, ramuan loloh secara umum usadha di bawah lima tiga hitungan bahannya. "Dengan tujuan meracik dari rancangan sudah memikirkan beliau terlibat di dalamnya. Secara ilmiah zat terkandung dalam tanaman, maka mohon energi juga dalam manifestasi semesta, siapa yang dipercayai oleh si peminum, Ganesa, Siwa atau yang lainnya," ungkapnya. 

Dosen Universitas Hindu Indonesia ini, juga menyampaikan sebelum meminum olahan ramuan yang diracik agar dimantrai lebih dulu. "Umumnya cukup dengan 'Ong' saja kalau Balinya, sebelum diminum  agar berdoa mohon doa kepada beliau (Tuhan). Agar khasiat obat dibantu dalam energi penyembuhan penyakit dari si peminum," pungkas Sridana. 

(bx/ade/rin/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news