Kamis, 04 Mar 2021
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali

Bali Cetak Angka Stunting 6 Persen, Karangasem Tertinggi

22 Februari 2021, 18: 19: 10 WIB | editor : I Putu Suyatra

Bali Cetak Angka Stunting 6 Persen, Karangasem Tertinggi

ILUSTRASI (ISTIMEWA)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS - Beberapa waktu lalu, Presiden RI Joko Widodo menargetkan bahwa stunting harus turun sebesar 14 persen di tahun 2024. Hal ini dikarenakan tingkat stunting di Indonesia masih cukup tinggi yakni 27,6 persen. Diperkirakan, mewabahnya pandemi Covid-19 akan meningkatkan angka tersebut pada tahun berikutnya.

Dikonfirmasi Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr. Ketut Suarjaya, di Bali sendiri, angka stunting tergolong masih rendah secara nasional. Hal tersebut berdasarkan hasil pemantauan aplikasi Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPGBM). “Angka stunting di Bali masih rendah secara nasional. Dan dari hasil pemantauan e-PPGBM kita antara angka 6 hingga 7 persen. Angka itu masih rendah,” sebutnya, Senin (22/2).

Berdasarkan data status gizi balita kabupaten atau kota di Bali tahun 2020 yang diperoleh Bali Express (Jawa Pos Group), Karangasem menempati posisi tertinggi balita dengan gizi kurang. Kisarannya mencapai 569 balita atau 3,5 persen dari 16.340 balita usia 0-59 bulan yang diukur indeks masa tubuhnya (IMT). Sementara posisi terendah ditempati Denpasar dengan jumlah 108 balita atau 0,7 persen dari 15.021 balita usia 0-59 bulan yang diukur. “Kabupaten Karangasem yang masih tinggi angka stuntingnya, namun secara nasional jauh di bawah,” kata dia. 

Data rinciannya, dari 12.120 balita usia 0-59 di Kabupaten Jembrana yang diukur IMT, sebanyak 122 balita atau 1,0 persen mengalami gizi kurang. Di Tabanan, dari 15.118 balita sebanyak 433 atau 2,9 persen mengalami gizi kurang. Di Badung, dari 13.754 balita sebanyak 312 atau 2,3 persen mengalami gizi kurang. Dari 25.716 balita yang diukur di Gianyar, sebanyak 503 atau sebesar 2,0 persen mengalami gizi kurang.

Selain itu, di Klungkung, dari 9.437 balita sebanyak 250 atau sebesar 2,6 persen bayi mengalami gizi kurang. Dari 12.714 balita di Bangli yang diukur, sebanyak 179 atau 1,4 persen mengalami gizi kurang. Dari 16.340 balita yang diukur di Karangasem, sebanyak 569 balita atau 3,5 persen mengalami gizi kurang. Di Buleleng, dari 28.610 balita yang diukur, sebanyak 679 atau 2,4 persen mengalami gizi kurang. Dan di Denpasar, dari 15.021 balita yang diukur, sebanyak 108 atau 0,7 persen balita yang mengalami gizi kurang. Total keseluruhannya, sebanyak 3.162 dari 148.856 balita yang diukur IMT di sembilan kabupaten di Bali mengalami gizi kurang.

Lebih lanjut Suarjaya berharap angka stunting ini akan selalu rendah. Kendati saat ini Provinsi Bali masih ditimpa dengan pandemi Covid-19. “Mudah-mudahan terus rendah, walaupun ada pandemi tetap kita perhatikan penyakit lainnya,” harapnya. (ika)

(bx/aim/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news