Kamis, 04 Mar 2021
baliexpress
Home > Balinese
icon featured
Balinese

Generasi Muda Tertarik Kriyaloka 'Pameton Pengrupak Ring Ental'

22 Februari 2021, 18: 22: 51 WIB | editor : I Komang Gede Doktrinaya

Generasi Muda Tertarik Kriyaloka 'Pameton Pengrupak Ring Ental'

ENTAL: Pelaksanaan kriyaloka pengrupak di atas daun ental di Gedung Kriya Art Center Denpasar, Minggu (21/2). (Putu Agus Adegrantika/Bali Express)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS – Masih ada generasi muda yang ternyata memiliki hobi dan tertarik membuat prasi (menggambar di daun lontar), seperti terlihat dalam Kriyaloka bertajuk Pameton Pengrupak Ring Ental' di Gedung Kriya Art Center Denpasar, Minggu (21/2). 

Sebanyak 25 generasi muda sangat menikmati, merasakan menggoreskan pengrupak di atas daun ental serangkaian dengan Bulan Bahasa Bali 2021.

Mereka dibimbing oleh I Gusti Agung Ngurah, S.Pd yang dipercaya sebagai narasumber. Dalam kriyaloka itu, para peserta diperkenalkan proses pembuatan dan pengolahan lontar dari baru memetik hingga lontar siap ditulisi. 

Mula-mula memilih bahan utama berupa daun lontar, lalu proses perendaman menggunakan ember, selanjutnya ada 'penepesan agar ngepres'. Selanjutnya adalah sistem pelobangan. “Setelah semua proses itu dilalui, baru kemudian bisa dipakai sebagai media tulis dan benda,” kata Gusti Agung Ngurah.

Namun sebelum itu, mesti melakukan pemulihan awal untuk memastikan apakah daun lontar itu bisa dipakai untuk material sebagai tulis atau gambar. Semua itu dilakukan dengan melihat langsung di pohonnya. 

Kalau lontar belulang, daunnya agak kasar, mudah pecah, sehingga sudah pasti tidak bisa dipakai. Ada daun lontar taluh yang memiliki kelenturan dan memiliki serat yang bisa dipergunakan untuk menulis atau melukis di daun lontar.

Menulis dan menggambar di daun lontar ada tips khusus, sehingga daun itu tidak rusak. Kalau menulis di daun lontar pertama kali menyiapkan lontar yang sudah siap digambar dan ditulis. Syarat selanjutnya harus mempunyai pengrupak. 

Ada dua jenis pengrupak, yaitu perupak tipis khusus untuk menggambar, dan perupak tebal untuk menulis. “Pengrupak yang agak tebal itu akan sangat bagus untuk menulis tebal tipis sesuai goresan,” ucapnya. 

Dalam proses menggambar ada pewarna yang sangat menentukan hasil gambar itu bagus atau tidak. “Kalau warna itu sudah betul prosesnya bagus, maka hasil gambar yang dibuat akan tahan lama, seperti contoh di galeri saya. Warnanya bertahun-tehun tetap bagus. Untuk membuat gambar bagus, jenis pengrupak sangat menentukan. Perawatannya, tidak ada yang khusus. Untuk membuat agar tetap bagus, jangan sampai kena air. Kalau kena debu kita bisa bersihkan dengan lap atau tisu,” ujarnya. 

Pemilik galeri Yowana Kertha ini mengaku senang dengan ketertarikan generasi muda dalam melestarikan budaya dan tradisi Bali, khususnya nyurat aksara dan membuat prasi. Termasuk kegiatan kriyaloka saat ini yang diikuti anak- anak muda kreatif. 

“Saya sudah biasa membuat lontar sejak tahun 1983. Tujuannya agar anak-anak muda bisa melestarkan budaya kita, seperti menyurat lontar dan prasi, yaitu pembuatan gambar dalam lontar. Saya punya inisisatif membuat galeri bernama Yowana Kertha untuk mengajak anak-anak muda menekuni hal ini, karena bisa dijadikan sebagai mata pencaharian setiap hari,” paparnya.

Workshop arahan I Gusti Agung Ngurah, S.Pd ini hasilnya akan dipamerkan menjadi bagian karya instalasi Magibung bagian dari materi Prasara Prasikala. Karya instalasi yang berjudul 'Mmagibung' sebuah karya dengan konsep partisipatori, hasil karya penonton yang berkesempatan menorehkan pengrupak di atas daun ental, kemudian menjadi bagian dari karya Magibung.

Budaya Magibung lahir dari kebersamaan masyarakat pada aktivitas upacara-upacara adat di pelosok Bali. “Upaya menjaga etika kebersamaan semacam monumen peristiwa diwariskan sampai sekarang. Filosofi kebersamaan menjadi bagian dari tradisi Magibung. Kasta ataupun status sosial tidak berlaku dalam tradisi ini, semua tunduk pada tata nilai dan aturan yang sudah ditetapkan bersama,” sebutnya.

(bx/ade/rin/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news