Kamis, 04 Mar 2021
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali

Cegah Penularan, Ketua DPRD Bangli Desak Karantina Terpusat

22 Februari 2021, 18: 54: 41 WIB | editor : Nyoman Suarna

Cegah Penularan, Ketua DPRD Bangli Desak Karantina Terpusat

Ketua DPRD Bangli Wayan Suastika (DOK.BALI EXPRESS)

Share this      

BANGLI, BALI EXPRESS- Karantina mandiri orang tanpa gejala dan gejala ringan (OTG-GR) Covid-19 di Bangli mendapat tanggapan dari Ketua DPRD Bangli Ketut Suastika. Ia menilai karantina mandiri menyulitkan pengawasan. Suastika pun mendesak pemerintah menyediakan tempat agar mereka menjalani karantina secara terpusat.

Selain soal pengawasan, Suastika berpandangan bahwa kebutuhan makan sehari-hari mereka yang menjalani karantina mandiri juga perlu dipastikan. Sebab tidak mungkin yang telah dinyatakan positif Covid-19 keluar sendiri. Mereka harus dilayani. Memang, kata Suastika, makanan dan kebutuhan lainnya bisa saja dibantu oleh keluarganya. Tetapi yang menjadi persoalan adalah standarnya.  Masyarakat harus paham protokol kesehatan (prokes). Seperti menggunakan alat pelindung diri (APD) saat membawakan makanan, karena rawan terjadi penularan.  “Sebelum sosialisasi dilakukan, jangka pendeknya harus menyediakan tempat. Apabila tidak bisa pemerintah menyediakan tempat, kita sewa,” tegas Suastika, Senin (22/2).

Untuk menyewa hotel atau tempat lainnya, pemerintah bisa memanfaatkan dana belanja tak terduga (BTT) yang tahun ini memang diprioritaskan untuk penanganan Covid-19. Dewan, jelas Suastika, juga tidak masalah harus pemerintah harus mengambil kebijakan refocusing anggaran.  “Dewan tidak masalah,” jelasnya.

Sementara disinggung terkait keragu-raguan Plh Bupati Bangli Ida Bagus Gde Giri Putra memutuskan karantina di hotel karena kemungkinan harus refocusing anggaran, politikus asal Desa Peninjoan, Kecamatan Tembuku itu menyarankan segera konsultasi. Sehingga karantina terpusat bisa dilakukan. “Kalau ragu segera konsultasi,” tegasnya lagi. 

Plh Bupati Bangli Ida Bagus Gde Giri Putra mengungkapkan, sebenarnya ada keinginan karantina di hotel. Biayanya ditanggung Pemkab Bangli. Hanya saja, Giri Putra tidak bisa mengambil keputusan cepat karena kewenangan Plh terbatas. Sebelum mengambil kebijakan itu, ia harus koordinasi dengan beberapa pihak, seperti kapolres dan dandim yang tergabung dalam gugus tugas. Koordinasi juga dengan bupati terpilih dan ketua DPRD Bangli.  Sebab butuh dana untuk karantina di hotel. Tidak menutup kemungkinan melakukan refocusing anggaran. “Supaya jelas tidak ada persoalan hukum di kemudian hari tentang batas-batas kewenangan,” ujar Giri Putra, Minggu (21/2).    

Selama belum ada keputusan karantina di hotel, Giri Putra menegaskan untuk sementara OTG-GR Covid-19 menjalani karantina mandiri. Ia berharap ada kesadaran bersama bahwa virus itu ada. “Tidak terlepas peran serta Satgas Gotong yang ada di masing-masing desa untuk melakukan edukasi, pengawasan untuk masyarakatnya yang melakukan karantina mandiri,” ujarnya.

(bx/wan/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news