Kamis, 04 Mar 2021
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali

Setelah Palsukan Dokumen, Perbekel Bungkulan Kembalikan Sertifikat

22 Februari 2021, 21: 29: 27 WIB | editor : I Komang Gede Doktrinaya

Setelah Palsukan Dokumen, Perbekel Bungkulan Kembalikan Sertifikat

LAHAN : Lahan yang sempat disertifikatkan oleh mekel Kusuma Ardana. (Putu Mardika/Bali Express)

Share this      

SINGARAJA, BALI EXPRESS- Perbekel Desa Bungkulan Ketut Kusuma Ardana akhirnya mengembalikan sertifikat ke Badan Pertanahan Nasional (BPN) Buleleng. Pengembalian SHM dengan No. 02427/Desa Bungkulan dilakukan secara sukarela pasca Ardana dijerat dugaan pemalsuan dokumen penerbitan sertifikat, yang kini ditangani Satreskrim Polres Buleleng.

Kepala BPN Buleleng Komang Wedana, tak menampik adanya pengembalian SHM No. 02427/Desa Bungkulan, Januari 2021 lalu oleh Kusuma Ardana. "Memang yang bersangkutan mengajukan permohonan hapusnya hak milik No. 02427/Desa Bungkulan dan telah terdaftar dengan berkas No. 3223 tahun 2021," kata Wedana, Senin (22/2) siang.

Atas permohonan itu, maka BPN Buleleng telah menghapus hak pada buku tanah berdasarkan permohonan yang diajukan oleh Kusuma Ardana. Bahkan, diakui Wedana, BPN Buleleng sebelumnya telah bersurat ke Kanwil BPN Bali, dengan nomor 9496/SP.51.08.MP.01.02/X/2019, pada 22 Oktober 2019 lalu ke Kanwil BPN Provinsi Bali.

Dalam surat itu, diminta sertifikat nomor 02427/Desa Bungkulan diusulkan untuk dibatalkan hak kepemilikan atas nama Ketut Kusuma Ardana. "Dengan adanya pengembalian ini, maka surat yang kami telah kirim ke Kanwil BPN Provinsi Bali kami tarik atau batal dilanjutkan," ujar Wedana.

Dengan adanya pengembalian atau pelepasan hak atas kepemilikan sertifikat tanah No. 02427/Desa Bungkulan, maka kini status tanah tersebut kembali seperti sebelum diterbitkan sertifikat. "Jadi, status lahan kembali seperti semula saat sebelum sertifikat tersebut terbit," ungkap Wedana.

Anehnya setelah pengembalian sertifikat tersebut, pada lahan yang sama muncul spanduk berisi klaim kepemilikan atas lahan tersebut dengan mengatasnamakan I Gede Armany. Terkait hal itu, Wedana mengaku, bukan kewenangan pihak BPN untuk memberikan pendapat atas persoalan tersebut.

"Soal itu (pemasangan spanduk) saya no comment, yang jelas status lahan kembali seperti semula. Kami tidak bisa menyebut siapa pemilik lahan itu sekarang," ucap Wedana.

Terkait persoalan hukum yang menjerat Kusuma Ardana, Kasubag Humas Polres Buleleng, Iptu Gede Sumarjaya mengakui saat ini prosesnya masih berjalan. "Memang sudah tersangka, tapi menjalani wajib lapor setiap hari Senin dan Kamis," jelas Iptu Sumarjaya.

Dikatakan Sumarjaya, saat ini berkas perkaranya sudah disampaikan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Buleleng. Hanya saja, JPU telah mengembalikan berkas (P19) ke penyidik Polres Buleleng untuk dilengkapi.

"Saat ini penyidik masih berupaya memenuhi petunjuk jaksa yang diberikan dalam P19. Dalam waktu singkat akan segera dipenuhi dan segera dikirim ke JPU," pungkas Sumarjaya.

Seperti diketahui, konflik status lahan ini terjadi sejak Juli 2019 lalu. Dimana Perbekel aktif Kusuma Ardana tercatat telah mensertifikatkan dua lahan yang ada di Desa Bungkulan. Yakni lahan lapangan sepakbola seluas kurang lebih satu hektare dengan SHM Nomor 2427/Desa Bungkulan, serta lahan seluas 8 are yang di atasnya berdiri Puskemas Pembantu I, dan Puskeswan dengan SHM Nomor 2426/Desa Bungkulan. 

Masyarakat yang mengetahui ini pun mengajukan protes, dengan mendatangi Kantor BPN Buleleng. Warga menuntut agar sertifikat ke dua lahan itu dibatalkan.  Sebab, warga merasa jika lahan tersebut adalah milik desa setempat, yang dimanfaatkan untuk kepentingan umum. 

Hingga akhirnya Kakanwil BPN Bali secara resmi membatalkan SHM Nomor 2426/Desa Bungkulan milik Ardana pada 13 Januari 2020 lalu, karena dinilai cacat administrasi. Sementara SHM Nomor 2427/Desa Bungkulan hingga saat ini masih dikantongi oleh sang perbekel. Pembatalan SHM ini tertuang dalam surat keputusan No. 0010/Pbt/BPN.51/I/2020.

(bx/dik/rin/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news