Minggu, 07 Mar 2021
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali

Plh Bupati Susila Ikuti Peluncuran Penggunaan Kain Endek Bali

23 Februari 2021, 19: 08: 15 WIB | editor : I Putu Suyatra

Plh Bupati Susila Ikuti Peluncuran Penggunaan Kain Endek Bali

VIRTUAL: Plh Bupati Tabanan I Gede Susila saat mengikuti peluncuran gerakan penggunaan kain tenun endek atau kain tenun tradisional Bali secara virtual pada Selasa (23/2). (ISTIMEWA)

Share this      

TABANAN, BALI EXPRESS - Pelaksana harian (Plh) Bupati Tabanan, I Gede Susila, mengikuti kegiatan peluncuran gerakan penggunaan kain tenun endek atau kain tenun tradisional Bali yang dilaksanakan secara virtual pada Selasa (23/2).

Kegiatan yang diikuti seluruh perangkat daerah, instansi vertikal, BUMN, BUMD, sekolah dan dunia perbankan di Provinsi Bali, dipimpin langsung oleh Gubernur Bali, I Wayan Koster.

Mereka yang mengikuti kegiatan tersebut kompak mengenakan pakain berbahan kain tenun endek Bali.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Koster menyampaikan kebijakannya mengenai penggunaan kain tenun endek Bali yang dituangkan ke dalam Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 4 Tahun 2021.

Gerakan menggunakan Endek pada kegiatan formal setiap Selasa merupakan upaya untuk melestarikan kain tenun Endek Bali sebagai kreativitas yang berakar pada budaya Bali. Upaya pelestariannya adalah dengan menggunakannya dan memberdayakan pengerajinnya sebagai jati diri masyarakat Bali.

“Kain tenun endek Bali telah dicatatkan sebagai kekayaan intelektual komunal ekpresi budaya tradisional oleh Dirjen Kekayaan Intelektual Kemenkumham RI tanggal 22 Desember 2020 yang lalu. Telah muncul kain bermotif seperti endek yang bukan hasil kerajinan masyarakat Bali dan tidak berbasis budaya kreatif lokal Bali yang telah mengancam keberadaan kain tenun endek Bali pada saat ini,” ujar Gubernur Koster.

Di samping itu, dia menyampaikan bahwa kain tenun endek Bali perlu digunakan dan diberdayakan secara ekonomi agar dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bali.

Untuk itu, dia mengimbau pemerintah dan masyarakat Bali harus berpihak dan berkomitmen terhadap sumber daya lokal dengan berperan aktif untuk melestarikan, melindungi, dan memberdayakan kain tenun endek Bali.

“Sejalan dengan itu, dalam visi pembangunan Bali Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru, membuat prioritas pembangunan di bidang adat, tradisi, seni dan budaya serta kearifan lokal Bali. Program prioritas tersebut sejalan dengan Undang-undang RI Nomor 5 Tahun 2017 tentang Penguatan dan Pemajuan Kebudayaan,” imbuh Koster.

Dia menegaskan, kain endek atau kain tenun Bali dalam pemakaiannya tidak dibatasi atau tidak harus seragam dengan motif dan warna yang sama. Hal itu bertujuan agar seluruh sentra pengerajin kain tenun endek atau kain tradisional Bali secara merata mampu melakukan produksi sesuai seni dan tradisi masing-masing.

Ditegaskan juga, penggunaan kain tenun Endek Bali juga harus yang tradisional. Hasil produksi pengerajin lokal Bali. Bukan diproduksi pengerajin luar Bali. 

(bx/hai/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news