Minggu, 07 Mar 2021
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali

Sampah Masker Rumah Tangga Belum Mendapatkan Penanganan Khusus

23 Februari 2021, 19: 58: 35 WIB | editor : I Putu Suyatra

Sampah Masker Rumah Tangga Belum Mendapatkan Penanganan Khusus

SAMPAH MASKER: Sampah masker rumah tangga hingga kini belum mendapat penanganan khusus. (AGUNG BAYU/BALI EXPRESS)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS - Hampir setahun masyarakat diwajibkan menggunakan masker di setiap kegiatan. Tidak terhitung berapa jumlah masker habis pakai yang dibuang. Saat ini belum ada pemilahan sampah dari sampah organik dan non organik secara maksimal. Begitu juga masker habis pakai dari masyarakat yang belum mendapatkan penanganan khusus. Masih banyak masyarakat membuangnya bersamaan dengan sampah rumah tangga lainnya.

Kepala UPT. Pengelolaan Sampah Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup (DKLH) Provinsi Bali Ni Made Armadi membenarkan, saat ini masih ada saja sampah masker yang diterima pihaknya di TPA Suwung. Meskipun dengan jumlah limbah masker tersebut tidak banyak.

“Memang masih ada sampah masker dari rumah tangga kami terima, tapi yang kami terima tidak banyak jumlahnya dan tercampur dengan sampah lainnya,” ucap Armadi saat diwawancarai Senin (22/2). 

Menurut Armadi, jumlah masker yang diterima tidak terkumpul dalam satu wadah. “Tidak pernah kami menerima secara komulatif kami menerima sampah masker. Kami saat ini belum menghitung jumlah yang masuk karena masih tercampur dengan sampah lainnya,” tegas Armadi.

Berbicara tentang pencegahan penyakit tentunya setiap kemungkinan faktor penular harus diperhitungkan. Meskipun dengan jumlah yang sedikit, sampah masker tersebut belum terdeteksi sumbernya. Masih belum diketahui apakah pemilik masker yang sudah tidak terpakai tersebut sedang positif Covid-19 atau tidak. Sehingga diperlukan pemilahan agar tidak membahayakan orang lain. 

Armadi menjelaskan saat ini pihaknya telah melaksanakan sosialisasi ke masyarakat terkait pemilahan sampah dari rumah tangga melalui media sosial. “Kami berharap dari pemilahan tersebut tidak lagi ada yang membuang sampah masker ke TPA. Namun belum ada kebijakan tentang pembuangan atau pengelolaan sampah masker dari rumah tangga,” ujarnya.

Juru bicara Satgas Penanganan Covid-19 I Dewa Gede Rai mengatakan, untuk penanggulangan limbah masker rumah tangga diharapkan ada peran masyarkat agar lebih bijaksana dalam membuang limbah maskernya. “Masyarakat yang akan membuang masker agar memotong atau merobek terlebih dahulu maskernya. Agar masker tersebut tidak dapat didaur ulang oleh pihak yang idak bertanggung jawab dan tidak dipakai kembali,” kata Dewa Rai.

Dewa Rai mengakui bahwa petugas pemilahan sampah di TPA sudah kewalahan memisahkan sampah masker yang dihasilkan dari rumah tangga. Masyarakat diharapkan dapat memilah sampah baik sampah organik dan non organik serta tentunya masker habis pakai dipilah terlebih dahulu.

“Kami bersama pihak terkait dalam pengelolaan sampah akan mengkaji skema pembuangan masker di rumah tangga. Agar nantinya limbah masker ini tidak berbahaya bagi petugas pengolah sampah di TPA. Kedepannya masyarakat mengumpulan maskernya dan akan ada petugas yang menangani,” imbuhnya. (esa)

(bx/aim/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news