Minggu, 07 Mar 2021
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali

Jembrana Perpanjang PPKM Mikro, Satgas Gotong Royong Diaktifkan Lagi

23 Februari 2021, 20: 52: 33 WIB | editor : I Komang Gede Doktrinaya

Jembrana Perpanjang PPKM Mikro, Satgas Gotong Royong Diaktifkan Lagi

EDARAN : Surat Edaran Bupati Jembrana Nomor 478/STPC-19/2021 yang memperpanjang PPKM Mikro. (Gede Riantory Warmadewa/Bali Express)

Share this      

NEGARA, BALI EXPRESS - Plh Bupati Jembrana I Nengah Ledang resmi menandatangani Surat Edaran Bupati Jembrana Nomor 478/STPC-19/2021 yang mengatur beberapa pembatasan kegiatan di masyarakat. Dengan adanya SE itu, Pemerintah Kabupaten Jembrana secara resmi memperpanjang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat atau PPKM Mikro hingga 8 Maret 2021 mendatang.

Selain pembatasan kegiatan masyarakat dengan pengaturan serta penerapan protokol kesehatan yang lebih ketat, SE itu juga menginstruksikan jajaran Perbekel/Lurah bersinergi dengan Desa Adat. Diantaranya membentuk kembali Satgas Gotong-Royong Penanganan Covid-19 berbasis Desa Adat.

Struktur organisasi, tugas dan fungsi, diatur dalam keputusan bersama Gubernur Bali dan Majelis Desa Adat Provinsi Bali. Serta dengan melaksanakan perarem Desa Adat tentang pencegahan dan penanggulangan Covid-19.

Juru Biacara Satgas Penanganan Covid-19 Jembrana dr I Gusti Agung Putu Arisantha mengatakan, kebijakan PPKM perpanjangan itu mengacu pada Instruksi Mendagri Nomor 04 Tahun 2021 serta SE Gubernur Bali Nomor 05 Tahun 2021. Yang tujuannya untuk menekan penyebaran Covid-19 yang masih berlangsung hingga saat ini. 

“Secara umum dari evaluasi kami,  PPKM sebelumnya berhasil menekan jumlah kasus aktif Covid-19. Namun, kasus masih tetap terjadi, sehingga perlu diperpanjang dengan penerapan aturan dan melaksanakan protokol kesehatan Covid-19 lebih disiplin,” ujarnya, Selasa (23/2)

Pihaknya berharap melalui PPKM Mikro tahap dua itu nantinya dapat memutus rantai penularan, sekaligus kasus Covid-19 di Jembrana bisa menurun secara signifikan.

Jadi, masing-masing Desa Adat diminta mengaktifkan kembali posko gotong royong pencegahan Covid-19. Sebelum Satgas Gotong Royong Desa Adat itu terbentuk, pelaksanaan PPKM berbasis desa/kelurahan ditangani oleh relawan desa/kelurahan. Sementara anggarannya, dibebankan pada anggaran APBdes dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa Adat setempat. 

(bx/tor/rin/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news